Mesuji, Lampung — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjawab tantangan zaman, SMAN 2 Simpang Pematang di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun sinergi antara institusi pendidikan dan media. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Semar Jaya IS, S.Pd., M.Pd, sekolah ini menempatkan kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan sebagai pilar utama dalam pengelolaan satuan pendidikan.
Dalam keterangannya, Kepala SMAN 2 Simpang Pematang menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan saat ini tidak hanya berasal dari aspek internal institusi, tetapi juga dari pengaruh eksternal seperti media sosial yang sangat masif. “Media sosial tidak selalu berdampak negatif. Jika dikelola dan diarahkan dengan bijak, justru dapat menjadi sarana edukasi yang positif dan inspiratif bagi siswa,” jelas beliau.
Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, pihak sekolah aktif mengintegrasikan tren digital dalam proses pembelajaran, termasuk penguatan literasi digital bagi guru dan siswa. “Kami mendorong para pendidik untuk terus berinovasi dalam mengajar, termasuk memanfaatkan ruang belajar non-klasikal seperti kegiatan lapangan yang mendukung pembelajaran kontekstual,” tambahnya.
Keberhasilan pendekatan ini tampak dalam peningkatan capaian akademik siswa, termasuk capaian literasi dan numerasi yang kini menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Alhamdulillah, capaian raport pendidikan kami tahun ini sudah seluruhnya hijau. Ini bukti nyata bahwa pendekatan yang kami terapkan berjalan efektif,” ungkapnya.
Dalam menilai kualitas pembelajaran, keterlibatan guru menjadi aspek sentral. Sekolah tidak hanya menitikberatkan pada metode pengajaran yang variatif, tetapi juga pada bagaimana guru mampu menumbuhkan semangat belajar siswa. Meski terdapat keterbatasan fasilitas, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk memaksimalkan sumber daya yang ada demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Terkait sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Kepala Sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Thomas Amirico sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis dan penuh saling menghargai menjadi kunci keberhasilan dalam implementasi berbagai program pendidikan di tingkat daerah.
Program-program seperti penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas dan pelestarian budaya lokal dinilai memberikan dampak langsung pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satu bentuk nyata partisipasi aktif SMAN 2 Simpang Pematang adalah dengan keterlibatan guru dalam program Pertukaran Guru Indonesia-Korea (IKTE) yang memberikan wawasan global dan memperkaya pendekatan pedagogis.
Menutup pernyataannya, Semar Jaya IS berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi Lampung terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan, termasuk di daerah terpencil, serta terus mendukung ketersediaan sarana prasarana yang memadai dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penulis : Rendi Hafiz
