
- Aksi Solidaritas untuk Palestina : Takbir Menggema di Langit Bandar Lampung
Bandar Lampung – 19 April 2025 – Aksi solidaritas untuk Palestina kembali menggema di ruang publik Lampung dengan daya dorong yang semakin kuat. Lebih dari 120 organisasi lintas sektor yang tergabung dalam Aliansi Lampung Bersama Palestina akan melaksanakan Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III pada Sabtu, 19 April 2025, sebagai wujud nyata kepedulian moral dan politik atas krisis kemanusiaan berkepanjangan di wilayah pendudukan Palestina.
Dalam momentum puncak aksi, Dr. Ir. H. Firmansyah Y.A., MBA., MSc., Pimpinan Yayasan Alfian Husin serta inisiator aksi tampil menyampaikan orasi yang menggugah kesadaran massa.
“Kita berkumpul di sini bukan untuk sekadar aksi. Kita berkumpul di sini memakai hati nurani” ucapnya lantang.
Pernyataan itu langsung disambut takbir menggetarkan dari seluruh peserta Aksi.
“Allahu Akbar! Allahu Akbar!”
Sontak, ribuan peserta aksi mengikuti dengan takbir serempak. Suara takbir menggema di langit Bandar Lampung, menyatu dengan gemuruh rasa marah, haru, dan solidaritas yang mendalam.
“Allahu Akbar! Allahu Akbar!”
“Bebaskan Palestina!”
“Hentikan Genosida di Gaza!”
Suasana emosional menyelimuti Bundaran Gajah, tempat massa berkumpul setelah longmarch dari Masjid Taqwa Ramayana. Isak tangis terdengar di antara kerumunan. Beberapa peserta tampak menunduk, mengangkat tangan, atau memeluk rekan di sebelahnya—larut dalam kesedihan yang bukan basa-basi.
Aksi Jilid III ini mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya gerakan rakyat (people’s movement) dalam menghadapi ketidakadilan global. Di berbagai belahan dunia, tekanan terhadap entitas yang mendukung zionis Israel semakin menguat. Gelombang tersebut kini nyata hadir di Lampung, menunjukkan bahwa perjuangan untuk Palestina adalah juga perjuangan umat manusia.
Dalam orasinya, Firmansyah juga menekankan bahwa aksi ini adalah bentuk tekanan moral kepada dunia internasional yang dinilai terlalu lama membisu terhadap kekejaman di Palestina.
Aksi damai ini mempertegas bahwa masyarakat Lampung bukan hanya menyaksikan tragedi di Gaza dari layar kaca. Mereka merasakannya, menyuarakannya, dan bertekad untuk terus berdiri di sisi yang benar—di sisi kemanusiaan.
