Bandar Lampung – Provinsi Lampung mencatatkan diri sebagai daerah dengan progres tercepat dan capaian tertinggi dalam pelaksanaan program nasional Koperasi Merah Putih. Bahkan, Lampung kini tercatat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang siap 100% menjalankan program tersebut.
Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi di setiap desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis komunitas yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Lampung, Drs. Samsurizal, M.M., hingga akhir Mei 2025, seluruh desa dan kelurahan di Provinsi Lampung telah menyelesaikan tahapan penting dalam pembentukan koperasi.
“Dari total 2.651 desa dan kelurahan yang ada di Provinsi Lampung, semuanya telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai tahap awal pembentukan Koperasi Merah Putih. Capaian ini kami laporkan secara resmi pada Senin, 26 Mei 2025,” ujar Samsurizal.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga ke pemerintah desa, serta didukung oleh partisipasi aktif masyarakat.
“Ini menunjukkan semangat gotong-royong dan kesiapan Lampung dalam menggerakkan ekonomi desa berbasis koperasi. Kami menargetkan bahwa koperasi-koperasi yang terbentuk bisa langsung aktif dan produktif dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Dengan capaian ini, Lampung diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam implementasi Koperasi Merah Putih, sekaligus membuka lebih banyak akses pemberdayaan ekonomi masyarakat di akar rumput.
Program Koperasi Merah Putih sendiri didesain sebagai strategi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa, pemerataan pembangunan, dan penguatan struktur ekonomi nasional berbasis komunitas lokal.

