TEHERAN – Krisis keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan udara besar-besaran dilancarkan Israel ke jantung ibu kota Iran, Teheran, pada Minggu (15/6). Serangan ini menewaskan tiga jenderal tinggi intelijen Iran, termasuk salah satu tokoh paling berpengaruh di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Kazemi, yang menjabat sebagai Kepala Intelijen IRGC.
Dikutip dari kantor berita resmi IRNA yang dilansir AFP, IRGC dalam pernyataan resminya menyebut bahwa ketiga jenderal tersebut adalah Mohammad Kazemi, Hassan Mohaghegh, dan Mohsen Bagheri. Mereka gugur sebagai syuhada dalam serangan yang disebut Iran sebagai agresi terang-terangan terhadap kedaulatan nasional.
Serangan Israel ke Iran dimulai sejak Jumat (13/6), menargetkan sejumlah titik strategis, termasuk pangkalan militer, instalasi nuklir, dan kawasan pemukiman. Dalam laporan media Iran, serangan ini menewaskan sedikitnya 128 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, serta melukai ratusan lainnya. Ledakan-ledakan hebat terdengar di beberapa kota besar Iran sepanjang akhir pekan.
Israel mengklaim operasi tersebut sebagai respons atas aktivitas militer Iran yang dianggap mengancam stabilitas regional. Namun, banyak pihak menilai langkah ini sebagai eskalasi berbahaya yang dapat memicu konflik terbuka antara kedua negara.
Tak tinggal diam, Iran meluncurkan serangan balasan dengan tembakan rudal ke sejumlah wilayah di Israel. Sedikitnya 10 warga Israel dilaporkan tewas akibat serangan tersebut, menjadikan total korban tewas sejak Jumat mencapai 138 jiwa dan lebih dari 380 orang luka-luka di kedua pihak.
Masyarakat internasional mengecam peningkatan eskalasi ini dan menyerukan gencatan senjata segera. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinannya yang mendalam dan mendesak kedua negara untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif lebih lanjut.
Ketegangan antara Israel dan Iran telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun serangan terbaru ini menandai babak baru dalam konflik terbuka yang bisa berdampak pada stabilitas global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Situasi saat ini masih terus berkembang. Pemerintah Iran menyatakan akan memberikan “balasan sepadan” atas kematian para jenderalnya, sementara Israel meningkatkan status siaga militer di dalam negeri.
Redaksi | Bintang Broadcast Media
