Bandar Lampung – 9 November 2025.
Kebersamaan dan rasa syukur mewarnai malam Tasyakuran Dapur Mahesa 288 dan SPPG Sukabumi Indah, yang berlangsung pada Sabtu malam (9/11) selepas ba’da Isya di Jl. Soekarno Hatta Gang Waru IV No. 8, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung.
Acara yang dihadiri oleh masyarakat sekitar, tokoh agama, perwakilan pondok pesantren, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tokoh masyarakat ini menjadi simbol awal gerakan sosial baru di lingkungan Sukabumi Indah sebuah kolaborasi nyata antara usaha kuliner, masyarakat, dan program pemerintah.
Tasyakuran ini sekaligus menandai kesiapan Dapur Mahesa 288 dan SPPG Sukabumi Indah sebagai bagian dari pelaksana dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini merupakan upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok keluarga prasejahtera.
Dalam keterangannya kepada media, Yenny Megawati, selaku Owner Dapur Mahesa 288 dan penggerak SPPG Sukabumi Indah, menyampaikan bahwa berdirinya dapur ini bukan sekadar langkah bisnis, melainkan panggilan sosial untuk ikut menjadi bagian dari solusi peningkatan gizi nasional.
“Kami ingin Dapur Mahesa 288 menjadi perpanjangan tangan dari program pemerintah, khususnya melalui Badan Gizi Nasional. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), kami siap berkontribusi agar masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat nyata makanan sehat, bergizi, dan terjangkau,” ujar Yenny Megawati.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan sosial produktif, di mana Dapur Mahesa 288 akan berperan aktif sebagai dapur pelaksana dan penyalur menu bergizi bagi penerima manfaat MBG di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Doa bersama dan tausiah dari tokoh agama setempat menambah khidmat suasana malam itu. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut memberikan dukungan moral terhadap inisiatif warga yang memadukan nilai religius, sosial, dan ekonomi dalam satu kegiatan bermanfaat.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sukabumi Indah memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi ini.
“Program seperti ini harus terus didorong. Ketika warga, pemerintah, dan pelaku usaha bersatu, manfaatnya bisa langsung dirasakan. Dapur Mahesa 288 telah memberi contoh bagaimana usaha kecil bisa ikut menopang program nasional seperti MBG dari BGN,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita oleh Yenny Megawati sebagai tanda resmi beroperasinya Dapur Mahesa 288. Tepuk tangan dan doa bersama menandai awal langkah besar menuju peran baru dapur ini sebagai pusat kegiatan kuliner, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Sukabumi Indah.
Dengan dukungan warga, aparat, dan program pemerintah, Dapur Mahesa 288 dan SPPG Sukabumi Indah kini menatap peran strategis sebagai mitra lokal pelaksana MBG menghadirkan makanan bergizi, memperkuat nilai sosial, dan membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.
Reporter: Tim Redaksi Bintang Broadcast Media

