Kabiro Bintang Broadcast Media Serukan Ramadhan sebagai Momentum Perbaikan Diri dan Penguatan Kepedulian Sosial

0

 

 

 

 

 

 

 

 

Ramadhan 1447 H – Momentum Spiritual dan Tanggung Jawab Moral Bangsa

Tanggamus— Bintang Broadcast Media Kepala Biro Bintang Broadcast Media, Syahroni yang akrab disapa Ang Oni, menyampaikan ucapan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan keagamaan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat integritas spiritual dan tanggung jawab sosial.

Menurut Syahroni, Ramadhan harus dimaknai sebagai ruang evaluasi diri, baik secara personal maupun kolektif. Ia menekankan bahwa ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, memperbaiki akhlak, serta membangun kepedulian terhadap sesama.

“Ramadhan adalah panggilan moral. Ini saatnya memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menghadirkan kebaikan nyata dalam kehidupan sosial. Keberkahan bulan suci harus tercermin dalam sikap, bukan hanya dalam ritual,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat solidaritas, khususnya di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai polarisasi dan tekanan ekonomi. Semangat berbagi, menurutnya, harus menjadi karakter kolektif yang tumbuh selama bulan suci.

Sebagai institusi pers, Bintang Broadcast Media, lanjut Syahroni, berkomitmen menjaga marwah jurnalistik dengan menghadirkan informasi yang lugas, aktual, dan berimbang selama Ramadhan. Media, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar menyajikan berita, tetapi juga membangun atmosfer yang edukatif dan inspiratif.

“Pers harus menjadi penjernih, bukan pemicu kegaduhan. Di bulan yang penuh rahmat ini, kami ingin memastikan setiap konten yang disajikan membawa nilai, mencerdaskan, dan memperkuat harmoni sosial,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Syahroni berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, menjadikan Ramadhan sebagai ruang refleksi mendalam, serta memperkuat fondasi kehidupan yang lebih beradab, harmonis, dan berintegritas.

Ramadhan, tegasnya, adalah ujian karakter — dan dari sanalah kualitas umat serta bangsa diuji.

(Roni)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini