Ganja Medis Diumumin Kayak Giveaway, Dikerjainnya Nanti-Nanti Padahal Manfaatnya Nggak Main-main!

0

 

 

Jakarta. Pemerintah Indonesia kembali tampil memukau, bukan karena gebrakan, tapi karena jurus klasik nasional “Sering diomongin tapi gak di kerjain .” Kali ini korbannya adalah ganja medis. Si daun hijau yang sering dikira nakal, padahal kalau dipakai bener bisa jadi pahlawan kesehatan.

BNN (Badan Niat-Niat doang Nasional?) bilang bakal meneliti ganja untuk medis. Katanya sih penting, bakal dikaji, dilibatkan BRIN, Kemenkes, dan semua yang namanya keren.
Tapi ya gitu… mau mulai aja ribetnya kayak mau buka toples Khong Guan yang isinya Rengginang.

Padahal ganja medis punya manfaat yang terbukti secara ilmiah, asal dosisnya pas dan pemakaiannya diawasi. Contohnya:

Mengurangi nyeri kronis, termasuk pada pasien kanker dan rematik.

Mengontrol kejang pada epilepsi yang tidak mempan dengan obat biasa (CBD, salah satu kandungan ganja, terbukti ampuh).

Meningkatkan nafsu makan dan berat badan, khususnya pada pasien HIV/AIDS atau yang sedang kemoterapi.

Membantu penderita gangguan tidur dan kecemasan, tentu dengan pengawasan dokter bukan lewat isapan ngawur di gang.

Saking bermanfaatnya, banyak negara udah menjadikan ganja medis kayak “jamu canggih abad modern”. Tapi Indonesia masih sibuk rapat demi rapat, mungkin biar kelihatan sibuk walau output-nya nihil.

“Kalau pemerintah serius, riset bisa jalan. Tapi kalau cuma wacana, mending dijadikan serial Netflix aja.

Banyak pihak berharap pemerintah jangan hanya sibuk ngegas di media, tapi juga ngegas di lab. Soalnya, buat penderita penyakit berat, ganja medis itu bukan bahan guyonan itu harapan.

Manfaat ganja medis itu nyata. Tapi kalau pemerintah terus-terusan nyimpen niat doang,sampe kapan realisasinya, dengan santai bilang sedang di upayakan.selesai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini