Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian Desa, Gubernur Targetkan Lompatan Kesejahteraan Petani

0

 

 

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pertanian modern dan berkelanjutan. Salah satu terobosan terbaru adalah rencana pembangunan silo modern dan penyediaan alat pengering berkapasitas besar untuk mendukung proses hilirisasi pertanian langsung dari desa.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa infrastruktur ini bukan semata soal pembangunan fisik, tetapi bagian dari transformasi menyeluruh dalam sistem pertanian desa. “Ini bukan hanya pembangunan fisik, tapi perubahan sistem pertanian menuju industrialisasi di tingkat desa dan kecamatan,” ujar Gubernur saat meninjau kesiapan alat pengering di Bandarlampung, Sabtu (17/5/2025).

Melalui fasilitas pascapanen seperti gudang dan dryer, Pemprov Lampung berharap bisa mengolah langsung hasil pertanian unggulan seperti jagung dan gabah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Beberapa di antaranya termasuk produksi tepung jagung di tingkat desa dan pengembangan produk olahan lain seperti tepung ikan.

Dengan target ambisius hingga 2028, Lampung diarahkan menjadi provinsi model dalam penerapan hilirisasi pertanian yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan petani. “Pendapatan petani bisa meningkat berkali-kali lipat jika mereka tak lagi menjual hasil panen dalam bentuk mentah,” jelas Mirzani.

Langkah strategis ini turut melibatkan sinergi antarwilayah, termasuk dengan Kabupaten Lampung Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan provinsi. Peran kabupaten ini dinilai vital dalam menopang kestabilan produksi dan distribusi hasil pertanian.

Sebagai bentuk konkret dukungan kepada petani, Pemprov akan mendistribusikan 500 unit alat pengering berkapasitas 20 ton. Alat ini penting untuk menjaga kualitas hasil panen dan mencegah kerugian akibat pembusukan. “Selama ini banyak hasil panen dijual murah karena tidak sempat dikeringkan, akhirnya dimanfaatkan tengkulak,” kata Gubernur.

Program ini juga menggandeng koperasi-koperasi pertanian di desa. Salah satu yang siap menjadi pilot project adalah Koperasi Serbajadi Sukses Bersama di Desa Bandarrejo, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang akan menerima alat pengering sebagai bagian dari uji coba.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini