Jakarta – Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, kini resmi memasuki babak baru dalam tata kelola organisasinya melalui peluncuran platform digital bernama Digdaya. Tak sekadar inovasi, platform ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan efektivitas dan efisiensi pengelolaan organisasi dari pusat hingga ke seluruh dunia.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, mengungkapkan antusiasmenya terhadap platform ini dalam sebuah kegiatan yang dihadiri oleh pengurus NU dari berbagai tingkatan, mulai dari wilayah, cabang, hingga cabang istimewa di luar negeri.
“Setiap orang yang bergabung dan memanfaatkan platform ini pasti akan merasakan manfaatnya secara langsung. Saya sendiri sudah merasakannya,” ujar KH Yahya, disambut tepuk tangan para peserta.
Menurutnya, Digdaya mampu mengurangi beban administratif dan biaya operasional organisasi secara signifikan. Tak hanya hemat, platform ini juga mampu mempercepat koordinasi, mempermudah akses informasi, serta memperkuat konektivitas antarstruktur NU.
“Platform ini membuat kerja kita jauh lebih efisien karena mengurangi beban biaya, dan juga lebih efektif karena dampaknya lebih terasa nyata,” tegasnya.
Digdaya hadir sebagai solusi berbasis teknologi yang terintegrasi dengan kebutuhan pengelolaan modern NU, termasuk dalam pendataan, komunikasi internal, hingga pelaporan kegiatan secara digital.
Langkah ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya besar dalam jumlah dan sejarah, tetapi juga adaptif dan visioner dalam menjawab tantangan zaman.
