SMK Negeri 2 Kotabumi Klarifikasi Kegiatan Kunjungan Industri, Tegaskan Tidak Ada Unsur Paksaan,kunjungan industri merupakan kegiatan khusus agar lulusan SMK dapat melihat langsung kegiatan industri sesuai dengan jurusannya dan siap pakai di dunia industri

0

 

 

Lampung Utara, 13 Juni 2025 – Menanggapi pemberitaan yang menyebut adanya pungutan wajib terhadap siswa dalam kegiatan Kunjungan Industri (KI), pihak SMK Negeri 2 Kotabumi memberikan klarifikasi resmi. Penjelasan ini disampaikan langsung kepada Bintang Broadcast Media menyusul munculnya pro dan kontra di tengah masyarakat.

Kegiatan KI tersebut dilaksanakan pada Rabu, 12 Juni 2025, dan diikuti oleh siswa kelas X dari lima program keahlian, yaitu:

1. Akuntansi dan Pemasaran – berkunjung ke PT Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat),

2. Manajemen Perkantoran – ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI),

3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) – ke Metro TV,

4. Teknik Kelistrikan – ke PLTA Jatiluhur Bandung.

Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan terhadap siswa maupun wali murid. Sejak awal, sekolah telah menyosialisasikan bahwa keikutsertaan dalam KI ini bersifat opsional. Siswa yang tidak mengikuti kegiatan cukup menyerahkan surat pernyataan tertulis dari orang tua sebagai bentuk konfirmasi.

“Sejak awal sudah kami tekankan bahwa kegiatan ini tidak wajib. Semua pihak mengetahui mekanismenya, dan kami menjamin seluruh proses dilakukan secara transparan,” ujar pihak sekolah, Kamis (12/6).

Dijelaskan pula bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan yang telah dirancang jauh sebelum keluarnya Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung tertanggal 3 Juni 2025 yang membatasi pelaksanaan study tour. Karena seluruh proses perencanaan dan pembayaran sudah berjalan, pihak sekolah bahkan telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan mendapatkan izin untuk tetap melaksanakan kegiatan.

Mengenai biaya sebesar Rp1,9 juta per siswa, pihak sekolah menjelaskan bahwa skema pembayaran dilakukan secara dicicil sejak awal tahun ajaran guna meringankan beban wali murid.

“Kami memahami kondisi ekonomi tiap keluarga berbeda. Maka sejak awal tahun ajaran kami sediakan opsi cicilan agar tidak memberatkan,” jelas Ndaru, perwakilan dari pihak sekolah.

Lebih dari sekadar perjalanan, Kunjungan Industri di SMK dimaksudkan sebagai upaya sinkronisasi kurikulum dengan dunia kerja, memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal lingkungan profesional sesuai bidang keahlian mereka.

Sekolah juga memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan untuk siswa yang tidak mengikuti KI. Penyesuaian jadwal dilakukan oleh guru mata pelajaran agar tidak terjadi kekosongan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

Berdasarkan pantauan Bintang Broadcast Media, SMK Negeri 2 Kotabumi bukan satu-satunya sekolah yang mengadakan Kunjungan Industri tahun ini. Beberapa SMK lain di Provinsi Lampung juga melaksanakan kegiatan serupa, dengan perencanaan yang telah dilakukan jauh sebelum regulasi baru diterbitkan.

Tidak seperti SMA yang umumnya mengadakan study tour, SMK fokus pada kegiatan Kunjungan Industri yang menjadi bagian penting dari proses pembelajaran vokasional. Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, diperlukan komunikasi terbuka, empati, dan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah agar kegiatan pendidikan dapat terus berlangsung tanpa menimbulkan beban yang tidak perlu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini