SPMB SMA 2025 Tercoreng , Disdikbud Lampung Diskualifikasi Siswa Jalur Prestasi di SMAN 9 Bandar Lampung NETIZEN : Mantap Thomas!!

0

 

 

BANDAR LAMPUNG – Dugaan kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru (SPMB) 2025 di SMA Negeri 9 Bandar Lampung menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung. Fokus sorotan tertuju pada jalur prestasi yang diduga sarat manipulasi data.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP,.M.H mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan masyarakat berikut bukti pendukung atas ketidaksesuaian data yang diinput dalam jalur prestasi. Hasil verifikasi internal menemukan adanya indikasi kuat manipulasi pemberian peringkat paralel dari tingkat SMP yang tidak sesuai ketentuan.

“Sudah diverifikasi, ternyata memang curang dan tidak sesuai dengan data. Kita keluarkan siswa yang bersangkutan. Kita diskualifikasi,” tegas Thomas.

Dijelaskannya, pelanggaran tersebut mencakup pemberian peringkat paralel oleh pihak SMP kepada lebih dari 25 persen siswa, yang melampaui batas maksimal sebagaimana diatur dalam Juknis SPMB 2025.

“Gak boleh itu, SMP sembarangan kasih peringkat paralel. Harus berdasarkan jumlah siswa. Hanya 25 persen yang eligible. Tidak boleh melebihi dari ketentuan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan di Lampung agar secara ketat mematuhi petunjuk teknis dalam pelaksanaan SPMB. Menurutnya, integritas dan keterbukaan menjadi prinsip utama dalam proses penerimaan murid baru.

“Gak boleh main-main. Ikuti saja juknisnya, transparan, ikuti prosesnya dengan benar,” ujarnya menekankan.

Disdikbud Lampung memastikan akan mengambil langkah tegas, baik terhadap sekolah maupun individu yang terbukti melakukan praktik manipulasi data. Kasus ini dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme SPMB di seluruh SMA se-Provinsi Lampung.

“Yang tidak sesuai, kita diskualifikasi. Ini berlaku untuk semua SMA. Kita ingin proses ini adil dan bersih,” tegas Thomas.

Lebih lanjut, Thomas Amirico mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi jalannya SPMB dan melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan.

“Kalau ada bukti, laporkan saja. Ini jadi tanggung jawab bersama,” tandasnya.

Redaksi Bintang Broadcast Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini