Lampung Targetkan Lonjakan Lulusan SMA Masuk Perguruan Tinggi, Kepsek yang Gagal Siap-Siap Dicopot

0

 

 

 

 

Bintang Broadcast Media – Rabu, 13 Agustus 2025

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menegaskan komitmennya untuk mendorong lonjakan signifikan jumlah lulusan SMA yang berhasil masuk ke perguruan tinggi pada tahun 2026. Langkah ini diiringi target yang tegas.Kepala Sekolah (kepsek) akan dicopot jika tidak mampu menghantarkan minimal 50 persen siswanya lolos seleksi perguruan tinggi negeri maupun swasta mulai tahun depan.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar imbauan, melainkan instruksi yang diikat dengan Key Performance Indicator (KPI) yang wajib dipenuhi setiap sekolah. “Ini sudah tegas-tegasan. Kalau ada sekolah yang tidak sesuai KPI yang kami tetapkan ya mohon maaf kami copot. Tahun depan minimal 50 persen targetnya dari tahun ini dan harus naik itu,” ujar Thomas, Senin (11/8) kepada Bintang Broadcast Media.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2025 hanya 22,19 persen atau setara 12.601 siswa dari 424 SMA negeri dan swasta di Lampung yang berhasil masuk perguruan tinggi. Angka ini menempatkan Lampung di posisi ke-35 dari 38 provinsi secara nasional, sedikit turun dari capaian tahun 2024 yang sebesar 22,29 persen.

Thomas menyoroti bahwa salah satu penyebab rendahnya angka kelulusan ke perguruan tinggi adalah faktor kompetensi guru dan ketimpangan akses pembelajaran antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

“Riset kami menunjukkan yang lolos UTBK kebanyakan ikut bimbingan belajar. Di kota banyak bimbel, di kabupaten jarang. Artinya, kompetensi guru di sekolah harus kita tingkatkan,” tegasnya.

Untuk mengejar target ambisius tersebut, Disdikbud mewajibkan setiap sekolah membuka kelas khusus bagi siswa kelas XII yang berminat masuk perguruan tinggi. Kelas ini akan diisi program mentoring, try out intensif, peta jalan belajar sesuai jurusan, serta pembelajaran tambahan yang dirancang fokus pada kebutuhan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi.

“Kita akan siapkan guru-guru terbaik, mentor khusus, sampai pembelajaran yang benar-benar fokus. Siswa perlu diarahkan dari awal: mau ke mana, apa yang harus dipelajari, lalu diuji. Supaya siap menghadapi tes,” jelas Thomas.

Tidak hanya siswa, para guru pun akan melalui ujian kompetensi. Thomas menegaskan seluruh guru wajib bersertifikat dan memenuhi standar mengajar. “Kalau gurunya belum bersertifikat, bagaimana mau menyiapkan siswa? Ini yang akan kita tes dan tingkatkan,” tambahnya.

Sebagai langkah pendukung, Pemprov Lampung juga akan menggelar Campus Expo secara masif di seluruh SMA, serta memperkuat pembelajaran berbasis literasi. Harapannya, target kelulusan minimal 50 persen ke perguruan tinggi dapat tercapai pada tahun 2026.

Catatan Redaksi:
Langkah Pemprov Lampung ini adalah gebrakan berani yang memadukan target kinerja dengan konsekuensi nyata bagi para kepala sekolah. Namun, tantangan di lapangan terutama ketimpangan fasilitas antara kota dan daerah, serta kesiapan para pengajar menjadi ujian sesungguhnya. Reformasi pendidikan bukan hanya soal angka target, tetapi juga soal konsistensi dan pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini