Hari Pers Sedunia 2026 — Bidan Suliani Ingatkan Pers Tetap Tajam, Independen, dan Berpihak pada Publik

0

Bandar Lampung -Bintang Broadcast Media Momentum Hari Pers Sedunia 2026 menjadi pengingat penting akan peran krusial media dalam menjaga kualitas demokrasi dan ketahanan informasi publik. Di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi digital, tuntutan terhadap pers yang profesional, akurat, dan berintegritas kian menguat.

Direktur Klinik Bintang Asyifa, Bidan Suliani, S.Keb., menegaskan bahwa pers harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan fakta, bukan sekadar kecepatan informasi. Ia menilai, independensi redaksi dan kepatuhan pada kode etik jurnalistik adalah fondasi yang tidak boleh ditawar.

“Pers yang kuat adalah pers yang berani menguji fakta, bukan memperkeruh keadaan.

Ketika informasi kesehatan, kebijakan publik, hingga isu sosial beredar tanpa verifikasi, di situlah peran pers diuji,” ujar Suliani dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2026).

Ia menyoroti bahwa di sektor kesehatan, kesalahan informasi dapat berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara tenaga medis dan insan pers dinilai penting untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih jauh, Suliani juga mengingatkan agar media tidak terjebak dalam sensasionalisme yang mengorbankan akurasi. Menurutnya, kepercayaan publik adalah aset utama pers yang hanya bisa dijaga melalui konsistensi pada kebenaran.

“Hari ini, publik tidak hanya butuh berita cepat, tetapi berita yang benar. Pers harus tetap tajam, kritis, namun juga mencerahkan,” tegasnya.

Melalui peringatan ini, Klinik Bintang Asyifa mengajak seluruh insan pers untuk memperkuat profesionalisme, menjaga independensi, serta terus berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Di tengah tantangan era digital, pers dituntut tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga penjaga nalar publik.

Hari Pers Sedunia 2026 pun menjadi refleksi bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Tanpa itu, ruang informasi akan mudah dipenuhi bias dan kepentingan sempit—sesuatu yang justru mengancam kualitas demokrasi itu sendiri.(Roni)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini