BANDAR LAMPUNG – Menjelang libur akhir tahun pelajaran, SMP Negeri 17 Bandar Lampung mengambil langkah preventif dengan menggelar Penyuluhan Pencegahan Dini Kenakalan Remaja yang menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Telukbetung Utara, AKP Antoni Saputra, S.H., M.H., Jumat (12/6/2026).
Kegiatan edukatif tersebut diikuti sebanyak 658 siswa kelas VII dan VIII, para wali murid, serta 70 guru dan tenaga kependidikan. Penyuluhan digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa dan orang tua terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi meningkat selama masa liburan sekolah.
Dalam paparannya, AKP Antoni Saputra menegaskan pentingnya memanfaatkan waktu libur untuk kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi pengembangan diri. Ia mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai perilaku menyimpang seperti perang sarung, tawuran antarpelajar, judi online, penyalahgunaan media sosial, hingga tindakan lain yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.
“Libur sekolah harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan produktif. Jangan sampai waktu luang justru digunakan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain yang dapat berujung pada pelanggaran hukum,” tegas Antoni di hadapan peserta kegiatan.
Selain memberikan pemahaman kepada siswa, Kapolsek juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak selama masa liburan. Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta mencegah munculnya perilaku menyimpang sejak dini.
“Pengawasan dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam mencegah kenakalan remaja. Peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab dan taat aturan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 17 Bandar Lampung, Jondri Haryadi, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kehadiran jajaran Polsek Telukbetung Utara yang telah memberikan edukasi langsung kepada siswa maupun wali murid.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kesadaran hukum, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.
“Penyuluhan ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi masa liburan. Selain memahami bahaya kenakalan remaja, mereka juga diajak menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran hukum sejak usia dini,” kata Jondri.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan atraksi siswa dari ekstrakurikuler Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR). Berbagai simulasi kepemimpinan, keterampilan kepramukaan, hingga kesiapsiagaan dalam bidang kemanusiaan ditampilkan sebagai bentuk implementasi pendidikan karakter dan pengembangan jiwa sosial peserta didik.
Jondri menilai penampilan tersebut menjadi bukti bahwa sekolah telah menyediakan banyak ruang positif bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta kemampuan sosial mereka.
“Atraksi Pramuka dan PMR menunjukkan bahwa siswa memiliki banyak wadah positif untuk mengembangkan keterampilan dan jiwa kepedulian sosial. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kegiatan positif jauh lebih bermanfaat dibandingkan terlibat dalam perilaku menyimpang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SMPN 17 Bandar Lampung berharap terjalin sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum dalam membina generasi muda. Dengan dukungan seluruh pihak, sekolah optimistis dapat mencetak pelajar yang berkarakter, disiplin, berprestasi, serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
(Redaksi Bintang Broadcast Media)

