TANGGAMUS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus diterpa isu miring ulah salah satu oknumnya, terkait dugaan pemanfaatan anggaran pengadaan alat berat dan mark up BBM demi mencari keuntungan pribadi oknum internal. Senin, 17/08/2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyatakan bahwa BPBD Tanggamus sebenarnya memiliki fasilitas alat berat sendiri. Namun, saat terjadi bencana, maupun pengerjaan proyek mereka diduga kuat lebih memilih untuk menyewa alat berat dari pihak ketiga.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, modus ini sengaja dilakukan untuk mencairkan anggaran sewa alat berat yang dialokasikan dari dana darurat bencana maupun pekerjaan proyek perbaikan.
” Alat berat operasional milik BPBD Tanggamus sengaja dibiarkan terparkir samping kantor atau diklaim dalam kondisi rusak tanpa perbaikan yang jelas. Kenapa BPBD punya alat berat, tapi malah sewa, Pemkab selama ini tegas menyatakan efisiensi anggaran, kok malah BPBD Tanggamus terkesan menghambur-hamburkan anggaran,”jelasnya.
Setiap kali terjadi tanah longsor atau kebutuhan evakuasi material, maupun perbaikan infrastruktur BPBD justru menerbitkan kontrak sewa alat berat baru dengan perusahaan swasta, indikasi ‘Cashback’, dari pemilihan skema sewa ini diduga menjadi celah bagi oknum pejabat untuk mendapatkan keuntungan pribadi berupa pemotongan anggaran atau cashback dari pihak vendor penyewa.
Selain sorotan tajam mengenai kebijakan menyewa alat berat pihak ketiga ketimbang memakai aset sendiri, turut muncul isu miring terkait indikasi manipulasi atau mark-up anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) operasional ekskavator kantor.
Masih kata narasumber yang sama, berdasarkan informasinya, dalam laporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dinas diduga mencantumkan penggunaan BBM berkualitas tinggi jenis Pertamina Dex (DEX) untuk operasional alat berat, namun pada realisasinya di lapangan, bahan bakar yang diisikan ke dalam tangki ekskavator tersebut diduga kuat menggunakan Solar subsidi biasa.
” Laporannya mereka buat DEX, cuma gak mungkin itu yang dipakai, kenyataannya dilapangan mereka pakai solar, mungkin sekali mereka pakai DEX, setelahnya BBM jenis solar yang rutin dipakai, ada oknum yang bermain di BPPD,”tegasnya.
Untuk itu ia, mendesak Inspektorat serta aparat penegak hukum (APH), juga Bupati Tanggamus untuk segera turun tangan, agar dilakukan audit investigatif terhadap seluruh anggaran tanggap darurat dan perawatan aset di lingkungan BPBD Tanggamus. (Red)

