
Tulang Bawang Barat – Sebuah sekolah seni di Kabupaten Tulang Bawang Barat kembali membuka musim ajar 2025 dengan mengusung platform tematik “Seni dan Tindakan”. Sekolah yang dikenal dengan pendekatan pembelajaran kreatif dan partisipatif ini telah menjadi wadah bagi ribuan anak muda untuk mengekspresikan gagasan mereka melalui seni rupa, pertunjukan, hingga karya interdisipliner.
Dalam pernyataan resmi pembukaan tahun ajaran baru pada Senin (tanggal acara), pihak sekolah menegaskan bahwa platform “Seni dan Tindakan” bertujuan untuk mendorong siswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memahami peran sosial dan politik dari praktik seni mereka.
“Kami percaya seni bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang keberpihakan, keberanian, dan tindakan nyata terhadap isu-isu di sekitar kita,” ujar salah satu pengajar senior dalam sambutannya.
Sekolah seni ini telah berdiri selama sembilan tahun dan membuka akses pendidikan gratis bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda di wilayah Lampung dan sekitarnya. Hingga tahun ini, tercatat lebih dari 3.000 alumni telah lulus dari program-program yang ditawarkan, banyak di antaranya kini aktif sebagai seniman, pengajar, dan penggerak komunitas di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan kurikulum yang menekankan pada proses, kolaborasi, dan eksplorasi lintas disiplin, sekolah ini terus mendapat apresiasi dari pelaku seni dan lembaga pendidikan nasional maupun internasional.
Pihak sekolah juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang inklusif dan memberdayakan anak muda melalui pendidikan seni yang merdeka dan berdampak.
