Pesawaran.Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Pesawaran memasuki babak baru yang memanas, namun tetap menggugah optimisme. Pasangan Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M. dan Antonius Muhammad Ali, S.H., hadir membawa visi kuat bertajuk “Pesawaran CAKEP” singkatan dari Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif. Visi ini bukan sekadar jargon politik, tetapi peta jalan yang menyentuh aspek fundamental masyarakat pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang terjangkau, hingga penciptaan lapangan kerja yang nyata.
Selain dukungan dari partai – partai pasangan Nanda Anton mendapat suntikan dukungan dari dua tokoh besar Lampung Aries Sandi, mantan bupati Pesawaran yang disegani, serta Arie Nanda Djausal, sosok muda dengan pengaruh luas yang dimana adik dari Rahmat Mirzani Djausal Keduanya kompak menyatakan dukungan penuh ke nomor urut 02 tersebut.
Sementara itu, lawan politik tampak sibuk membereskan puing-puing narasi yang runtuh. Mereka berusaha membangun ulang kepercayaan publik yang perlahan meninggalkan mereka satu per satu.Alih-alih menjawab substansi visi dan program, kubu lawan dinilai lebih sibuk memoles citra daripada membangun kepercayaan publik. Dibilang pemimpin, tapi kok katanya “boneka”? Dibilang setia kawan, tapi di belakang disebut “pengkhianat”? Entah boneka siapa, dan entah mengkhianati siapa. Yang jelas, rakyat bukan lagi mainan.
Pengamat politik mencium gelagat menarik “Biasanya, yang makin dikenal makin diidamkan. Tapi dalam kasus ini, yang sudah dikenal malah ditinggalkan. Mungkin karena rakyat bukan hanya kenal, tapi juga sudah tahu… terlalu tahu.”
Fenomena peralihan dukungan dari Paslon No.01 ke No.02 bukan tanpa alasan. Para relawan militan yang dulunya berjuang dengan tulus, kini justru menyadari bahwa ketulusan mereka hanya dijadikan alat. Salah satu relawan yang kini mendukung Nanda – Anton berkata pedas, “Dulu kami bela mati-matian. Sekarang kami sadar ternyata kami cuma dipakai, bukan dihargai.”
Dan begitulah, ketika rakyat merasa diperalat, mereka akan berpindah ke pelukan yang benar-benar punya hati. Bukan pelukan basa-basi atau mencari simpati.
Pasangan No.02 bukan hanya hadir di papan nama dan billboard. Mereka hadir dengan rencana, hadir dengan empati, dan yang terpenting hadir dengan hati yang utuh. Tidak dicetak, tidak disulap, tidak dibentuk dari bayang-bayang siapa pun.
Karena hati itu tidak bisa dimanipulasi.
Ia tahu ke mana harus berpulang.
Dan kini, hati-hati masyarakat Pesawaran perlahan menambatkan harapan pada Pesawaran CAKEP. Bukan karena mereka termakan iklan, tapi karena mereka tersentuh bukti.bukan memilih yang merasa di dizolimi dan mengkhianati.
Putra daerah memang terdengar manis di telinga sebuah label yang dijual murah menjelang pesta demokrasi. Tapi, apakah cukup sekadar lahir dan besar di tanah ini, lalu merasa paling berhak menjadi pemimpin.
Jangan cuma mengandalkan akta kelahiran untuk menuntut kursi kekuasaan.
Lahir di tanah ini bukan berarti tahu cara merawatnya.”ujar relawan 02.
Penulis : Rendi,HR

