Remaja Kapuran Lawan Sampah, Lahirkan Bank Sampah Pertama di Pesisir Tanggamus

0

 

 

 

Tanggamus, 20 Mei 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan remaja putus sekolah, kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengolahan Sampah – Pelopor Pembentukan Bank Sampah” sukses diselenggarakan di SDN 3 Pasar Madang, RT 16 RW 04, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Vera Yulyani, mahasiswi program doktoral Universitas Gadjah Mada (UGM), yang tengah melakukan intervensi sosial berbasis lingkungan di wilayah pesisir Kapuran. Pelatihan ini menjadi lanjutan dari program STOP Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan fokus baru pada pengelolaan sampah dan pendirian bank sampah remaja.

Dukungan penuh datang dari berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Mega Sari, S.E. (Lurah Pasar Madang), Laksono (perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus), dan Rodi (pengelola bank sampah dari Kecamatan Kota Agung) yang turut menjadi narasumber utama. Turut hadir pula Ketua Karang Taruna Kelurahan Pasar Madang, Ketua RT 16, tokoh masyarakat, serta para pemuda-pemudi setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Pasar Madang menekankan pentingnya keterlibatan remaja dalam menjaga lingkungan. “Remaja adalah agen perubahan. Jika mereka diberi ruang, mereka mampu membawa semangat baru dalam menjaga lingkungan kita,” ujarnya.

Rodi, yang menjadi narasumber utama, berbagi pengalaman mengenai keberhasilannya mengelola bank sampah berbasis masyarakat. Ia menjelaskan bagaimana sistem bank sampah dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi keluarga.

Sementara itu, Laksono dari Dinas Lingkungan Hidup memberikan pengarahan teknis dan membuka peluang kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan bank sampah di Kapuran.

Kegiatan ini juga diselingi dengan sesi refleksi spiritual bertema “Kebersihan adalah Sebagian dari Iman” yang disampaikan oleh Reza Prayoga dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Tanggamus. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, terutama bagi generasi muda.

Para peserta, yang didominasi oleh remaja, menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya belajar memilah sampah organik dan anorganik, tetapi juga mempelajari proses penimbangan dan pencatatan hasil pengumpulan sampah sebagai langkah awal pembentukan Bank Sampah Remaja Kapuran.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap remaja Kapuran tidak hanya sadar lingkungan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menjadi pelopor perubahan,” ungkap Vera Yulyani, peneliti sekaligus fasilitator pelatihan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong gerakan hijau dari akar rumput, dengan remaja sebagai garda terdepan perubahan lingkungan di wilayah pesisir Tanggamus.

Bintang Broadcast Media
Laporan: (ROni)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini