Pesisir Barat.22 Mei 2025.Sosok yang dikenal luas di kalangan pendidikan dan budaya Lampung ini bernama lengkap Putrawan Jaya Ningrat, S.Pd., M.Si., namun masyarakat Pesisir Barat akrab menyapanya dengan gelar kehormatan “Pun” sebuah sebutan adat Lampung Pesisir yang sarat makna, mencerminkan peran, status, serta kebijaksanaan dalam masyarakat.
Sebagai Ketua MKKS SMA Kabupaten Pesisir Barat sekaligus Kepala SMA Negeri 1 Krui, Pun bukan sekadar pendidik, namun juga seorang pemimpin yang inovatif, inspiratif, dan humanis. Dalam wawancaranya, beliau menyampaikan pandangan mendalam tentang pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus globalisasi yang deras.
“Jika suatu bangsa kehilangan budayanya selama satu tahun, maka ia telah tertinggal seratus tahun,” ujar Pun, mengutip pepatah yang kini menjadi prinsip perjuangannya dalam dunia pendidikan dan pelestarian budaya Beliau mengaku prihatin dengan minimnya pemahaman generasi muda terhadap kebudayaan Lampung. Karena itu, ia aktif menggagas program-program berbasis kearifan lokal di sekolah, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dan bahasa sebagai jembatan masa depan.
Salah satu program unggulannya adalah Conversation, yang menitikberatkan pada keterampilan percakapan dan komunikasi aktif dalam Bahasa Inggris. Menurutnya, conversational skill bukan hanya soal bahasa, tetapi tentang kemampuan generasi muda Lampung untuk mengelola percakapan, menyampaikan ide, dan membuka diri terhadap dunia.
“Jika kita ingin Pesisir Barat menjadi destinasi wisata internasional yang ramah, maka anak-anak kita harus siap menyapa dunia. Bahasa adalah pintu, budaya adalah jiwanya,” tegas Pun.
Selaras dengan visi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Pun berkomitmen mendukung program pemerintah untuk membentuk masyarakat Lampung yang unggul, terbuka, dan mampu bersaing di kancah global, tanpa melupakan akar budaya yang menjadi identitas.
Sosok Pun telah menjadi inspirasi di Pesisir Barat tak hanya bagi para guru dan pelajar, tapi juga bagi masyarakat yang mendambakan kemajuan daerah yang tetap membumi dalam nilai-nilai luhur budaya Lampung.
Tak hanya di ruang kelas, Pun juga aktif menjalin sinergi dengan tokoh adat, seniman lokal, dan komunitas budaya. Ia kerap menginisiasi kegiatan seperti Dialog Kebangsaan.
Dedikasinya yang konsisten menjadikan SMA Negeri 1 Krui sebagai Center of Cultural and Conversational Excellence di wilayah Pesisir Barat.
“Saya bangga punya tokoh seperti Bapak Putrawan bukan hanya guru, tapi pemimpin yang mengajarkan kita untuk tidak lupa daratan meski menatap langit,” Ujar Pimpinan Redaksi BBM ( Heru Firmansyah)
Lebih dari sekadar nama Putrawan Jaya Ningrat adalah simbol harapan bagi pendidikan dan kebudayaan Lampung. Di tangan beliau, generasi muda tidak hanya diajak untuk cerdas secara akademis, tapi juga tangguh dalam identitas, dan siap menyambut dunia dengan senyum khas pesisir: ramah, santun, dan penuh semangat.

