Bandar Lampung.26 Mei 2025 – Pulau Damar, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung Setiap kali hujan turun, warga Pulau Damar bukan hanya basah karena air, tapi juga karena amarah dan kecewa. Genangan yang nyaris menjadi pemandangan rutin ini seolah menunjukkan satu hal Pemerintah Kota Bandar Lampung telah gagal mengurus kebutuhan dasar warganya.
Irigasi rusak dibiarkan, drainase tak berfungsi, dan jalan berubah jadi kolam. Bukan sehari dua hari, tapi bertahun-tahun. Namun yang berubah hanya janji-janji manis dari pemkot yang terus menguap bersama air hujan.
Warga sudah lelah berharap. Mereka tidak butuh pernyataan klasik seperti “akan ditindaklanjuti” mereka butuh jalan yang layak, sistem drainase yang berfungsi, dan pemimpin yang benar-benar turun tangan, bukan hanya turun saat difoto.
Pulau Damar bukan daerah pinggiran. Ini bagian dari ibu kota provinsi! Ironis jika kota sebesar Bandar Lampung tak sanggup menyelesaikan persoalan sederhana seperti banjir lokal.
Warga Sukarame pun bertanya ? Apakah pemerintah kota benar-benar hadir untuk rakyat, atau hanya hadir saat Pilkada?
Warga berharap, pemerintah berhenti menutup mata dan mulai bertindak nyata. Mereka ingin solusi, bukan seremoni. Mereka ingin perhatian yang tulus, bukan sekadar pencitraan. Sudah saatnya Pulau Damar mendapatkan haknya sebagai bagian dari Bandar Lampung yang layak, aman, dan bebas dari banjir.

