Tanggamus, Lampung — Bintang Broadcast Media
Kondisi infrastruktur di wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus, khususnya akses jalan dan jembatan yang menghubungkan delapan pekon, masih memprihatinkan. Jalur vital ini melintasi Lambutan, Pekon Wainipah, hingga ke Pekon Teluk Berak — dan menjadi satu-satunya akses utama yang digunakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap harinya, ribuan masyarakat melintasi jalan dan jembatan ini untuk membawa hasil tani dan laut, mengantar anak ke sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan. Namun jalan yang sebagian besar belum diperkeras dan melewati puluhan aliran air membuat mobilitas warga sangat terganggu, terutama saat musim hujan. Jembatan sementara berbahan kayu atau batang kelapa yang dibangun secara swadaya pun kerap rusak dan tak bisa dilalui kendaraan.
“Ketika hujan turun deras, bukan cuma jalannya yang tertutup air, tapi jembatannya juga bisa hanyut. Kami terpaksa jalan kaki menyeberang arus atau bahkan menunggu air surut. Padahal ini satu-satunya jalur kami keluar masuk,” ujar seorang warga Pekon Wainipah.
Kondisi ini sudah berlangsung lama. Namun warga tidak tinggal diam. Gotong royong menjadi andalan: mereka membangun jembatan darurat, memperbaiki jalan dengan material seadanya, bahkan memikul hasil panen bersama saat kendaraan tak bisa lewat.
Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah memberi perhatian serius.
“Pematang Sawa bagian selatan ini punya potensi besar, baik dari sektor pertanian, perikanan, maupun pariwisata. Tapi semua itu tak akan berkembang tanpa infrastruktur yang layak. Jalan dan jembatan ini bukan kemewahan — ini kebutuhan dasar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui beberapa program pembangunan infrastruktur memang telah bergerak di sejumlah wilayah. Namun masyarakat selatan Pematang Sawa berharap wilayah mereka juga masuk dalam daftar prioritas.
Dengan semangat kebersamaan dan keyakinan pada perhatian pemerintah, warga tetap optimis. Akses jalan dan jembatan yang lebih baik diyakini bisa membawa masa depan cerah bagi generasi penerus dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.
(Laporan: Asmawan Priyadi)

