Geger! WhatsApp Pak Hertop Halil Diretas, Anak Sendiri Jadi Korban Penipuan Berkedok Pinjam Uang

0

 

 

Lampung – 9 Juni 2025

Kejahatan siber kembali membuat geger warga Lampung. Kali ini, akun WhatsApp milik Pak Hertop Halil dengan nomor 08218322xxxxx diretas oleh oknum tak bertanggung jawab. Parahnya lagi, sang peretas dengan lihai memanfaatkan identitas korban untuk menipu orang-orang terdekatnya. Salah satu korbannya adalah anak kandungnya sendiri!

Modus yang digunakan peretas terbilang halus namun meyakinkan. Pelaku mengirim pesan singkat melalui WhatsApp, berpura-pura menjadi Pak Hertop, dan mengaku sedang mengalami kesulitan. Dengan alasan yang terdengar wajar, pelaku menyampaikan bahwa ia membutuhkan pinjaman uang sementara dan berjanji akan segera mengembalikannya pada sore hari.

Anaknya yang tidak menaruh curiga, merasa ingin membantu ayahnya yang dianggap sedang butuh bantuan cepat, langsung merespons permintaan tersebut. Tak lama kemudian, ia mentransfer uang sebesar Rp150.000 ke nomor rekening BRI 222401010022537 atas nama Adi Maryo, seperti yang diminta pelaku. Bukti transfer pun dikirimkan kembali melalui pesan WhatsApp.

Baru setelah itu komunikasi terputus, dan anak korban mulai menyadari bahwa dirinya telah tertipu. Akun WhatsApp ayahnya ternyata telah diambil alih oleh pelaku yang kini tidak bisa lagi dihubungi.

Mengetahui kejadian ini, Pak Hertop Halil langsung melaporkan kasus peretasan ini ke Polda Provinsi Lampung dan telah berkoordinasi dengan Tim Siber untuk menindaklanjuti insiden ini. Pihak kepolisian kini tengah melakukan pelacakan terhadap pelaku berdasarkan data rekening dan jejak digital yang ditinggalkan.

Masyarakat Diimbau Waspada!

Kasus ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat luas agar tidak mudah percaya pada permintaan transfer uang, meskipun datang dari orang terdekat melalui pesan WhatsApp atau media sosial lainnya.

Berikut beberapa tips untuk mencegah menjadi korban:

Selalu verifikasi permintaan uang dengan menghubungi langsung pihak yang bersangkutan melalui telepon atau video call.

Waspadai perubahan gaya komunikasi, misalnya penggunaan bahasa yang berbeda dari biasanya, atau nada yang terkesan terburu-buru dan mendesak.

Jangan menyebarkan kode OTP atau informasi pribadi yang bisa digunakan untuk membajak akun.

Segera laporkan ke pihak berwajib dan operator jika akun WhatsApp Anda diretas.

Aksi cepat dan kesadaran digital menjadi benteng utama dalam melawan kejahatan siber yang kini makin canggih dan menyasar siapa saja termasuk orang-orang terdekat kita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini