Syukuran Laut Teluk Semaka ke-20: Simbol Syukur, Silaturahmi, dan Seruan Perhatian untuk Nelayan

0

 

 

 

Tanggamus – Bintang Broadcast Media
Ribuan masyarakat memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis, Kelurahan Pasar Madang, Kota Agung Pusat, Jumat, 27 Juni 2025. Mereka tak hanya hadir menyaksikan prosesi adat larungan, tetapi juga ikut merayakan nilai-nilai kebersamaan dan harapan dalam helatan akbar Syukuran Laut Teluk Semaka ke-20.

Kegiatan yang digelar sejak 25 Juni ini mengusung tema “Laut Biru, Nelayan Makmur Sejahtera”, sebagai wujud syukur atas rezeki dari laut, sekaligus momentum penguatan budaya, ekonomi, dan solidaritas masyarakat pesisir. Rangkaian acara meliputi gebyar UMKM, pentas budaya tradisional seperti kuda kepang dan rebana, serta puncaknya prosesi larungan laut, di mana puluhan nelayan membawa sesaji ke tengah laut sebagai simbol pengharapan dan doa keselamatan.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tanggamus, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, S.Kom., M.M., serta perwakilan dari Dinas Pariwisata, Kominfo, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, TNI AL (Lanal), KUPP Kelas III, Polairud, dan ORARI. Hadir pula Plt Camat Kota Agung, serta unsur tiga kelurahan: Lurah Pasar Madang Mega Sari, SE; Lurah Baros; dan Lurah Kuripan.

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan kepada para awak media, termasuk Bintang Broadcast Media, Kepala Dinas Perikanan Tanggamus, Darma Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi tradisi budaya dan sosial yang harus terus dilestarikan dan ditumbuhkan nilainya.

“Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 25, dengan gebyar UMKM dan pertunjukan budaya seperti kuda kepang dan rebana. Hari ini adalah puncak kegiatan dengan larungan laut oleh para nelayan. Ini bukan hanya syukur atas rezeki, tapi juga silaturahmi dan pemersatu masyarakat pesisir,” ujar Darma.

 

Ia menambahkan bahwa tiga hari pelaksanaan kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, yang menandakan bahwa tradisi ini masih sangat relevan dan kuat menjadi identitas lokal.

“Kami dari Dinas Perikanan akan terus hadir melalui bantuan alat tangkap ramah lingkungan, pelatihan keterampilan, pengolahan hasil tangkap, hingga memperluas akses pasar. Tradisi ini akan kita dorong sebagai agenda tahunan dengan nilai budaya, ekonomi, dan pariwisata yang terintegrasi,” jelasnya.

 

“Mari kita jaga laut, lestarikan budaya, dan perkuat sinergi pemerintah, nelayan, dan masyarakat demi Tanggamus yang lebih sejahtera dan mandiri,” tutup Darma dalam pernyataan resminya.

 

Sementara itu, suara nelayan pun turut bergema dalam perhelatan ini. Hendi, selaku perwakilan nelayan Payang, menyuarakan harapan besar agar perhatian kepada kehidupan nelayan tidak hanya muncul saat perayaan.

“Kami bersyukur bisa tetap melarung. Tapi yang lebih penting, kami ingin diperhatikan setiap hari. Kami butuh alat tangkap yang memadai, pelatihan, dan hasil kami dihargai. Kami jaga laut setiap hari—kami juga ingin dijaga,” tegasnya.

 

Syukuran Laut Teluk Semaka ke-20 bukan hanya agenda budaya, tetapi panggung aspirasi masyarakat pesisir. Di tengah gelombang harapan dan tantangan, para nelayan dan warga pesisir Tanggamus terus bersuara—agar laut tetap biru, dan mereka bisa hidup layak di negeri sendiri.

Penulis:Roni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini