Tanggamus – Bintang Broadcast Media
Kondisi memprihatinkan dialami Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pasar Madang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Sekolah yang berada di wilayah pesisir Pantai Kapuran ini tak hanya mengalami kerusakan berat pada tiga ruang kelas, tetapi juga tidak memiliki bangunan kantor untuk tenaga pendidik.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tiga ruang kelas — yakni kelas 1, 2, dan 3 — dalam kondisi rusak berat. Atap yang terbuat dari asbes terlihat rapuh dan sangat rawan runtuh, plafon banyak yang jebol, dinding dan kusen lapuk, serta lantai keramik yang pecah dan terlepas. Situasi ini jelas membahayakan keselamatan siswa dan guru, terlebih saat musim ombak besar.
Yang lebih menyedihkan, sekolah ini hingga kini belum memiliki ruang kantor khusus untuk para guru dan kepala sekolah. Aktivitas administrasi dilakukan di ruang kelas biasa yang difungsikan sementara sebagai ruang guru.
“Benar, kami tidak punya ruang kantor. Ruang guru saat ini hanya menumpang di salah satu ruang kelas. Tidak ada sekat, tidak layak disebut kantor,” ungkap Kepala SDN 3 Pasar Madang, Sri Wahyuni, S.Pd., SD, saat ditemui Kamis (26/6/2025).
Ia menjelaskan, letak sekolah yang hanya beberapa meter dari bibir pantai menjadi tantangan tersendiri. Semburan air laut saat ombak besar kerap mengenai bangunan, mempercepat kerusakan dinding dan cat tembok yang baru diperbaiki.
“Plafon luar sering jebol akibat kelembapan dan air laut. Cat baru pun tak bertahan lama. Satu-dua bulan sudah mengelupas kembali,” ujarnya prihatin.
Kepala sekolah menambahkan, usulan rehabilitasi dan pembangunan kantor telah berulang kali diajukan melalui sistem Dapodik, forum Musrenbang, bahkan disampaikan langsung kepada Wakil Bupati dan anggota DPRD. Namun hingga kini, belum ada realisasi.
Ketua Komite Sekolah, Suparmin, turut menyoroti keberadaan satu bangunan tua bekas perumahan guru yang sudah lama tak terpakai dan kini menjadi bangunan terbengkalai.
“Bangunan itu sebaiknya dihapuskan saja asetnya. Lahannya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan kantor guru atau ruang belajar baru. Sekarang malah jadi bahaya karena berpotensi roboh,” tegasnya.
Ironisnya, di balik kondisi fisik yang sangat terbatas, SDN 3 Pasar Madang justru menyimpan potensi dan prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini sekolah tersebut menampung 176 siswa yang dididik oleh 19 tenaga pendidik, dan telah mencetak banyak alumni yang mengharumkan nama sekolah.
Beberapa alumni sukses menjadi anggota TNI, Polri, guru, hingga akademisi. Salah satu alumni bahkan berhasil lolos SNMPTN ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan dipercaya sebagai Duta GenRe Jakarta, sebuah prestasi yang membanggakan bukan hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi Kabupaten Tanggamus.
Prestasi siswa saat ini juga tak kalah membanggakan, terutama di bidang renang dan olah vokal. Para siswa SDN 3 Pasar Madang kerap menjuarai perlombaan tingkat kecamatan hingga kabupaten, membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tak menghalangi semangat belajar dan berprestasi.
Semua pencapaian itu tumbuh dari ruang-ruang belajar sederhana yang kini kondisinya sangat mengkhawatirkan. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Dinas Pendidikan segera mengambil langkah nyata. Sudah saatnya SDN 3 Pasar Madang mendapatkan haknya — lingkungan belajar yang layak, aman, dan membanggakan demi masa depan generasi pesisir yang lebih baik.
(Roni)

