Lampung Jadi Pelopor Nasional: 8.500 Siswa Ikut Program Kelas Migran Vokasi untuk Kerja Global

0

 

 

 

 

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mencatat sejarah baru dengan meluncurkan Program Kelas Migran Vokasi, sebuah langkah strategis yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan SMA dan SMK menghadapi dunia kerja global secara profesional dan terproteksi.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang digelar di Gedung Bagas Raya pada Rabu (30/7/2025) menjadi tonggak penting bagi transformasi tenaga kerja muda Lampung. Gubernur menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen menjadikan Lampung sebagai sentra tenaga kerja migran yang terampil, profesional, dan terlindungi.

“Bekerja di luar negeri bukan hanya peluang ekonomi, tapi juga transfer pengalaman berharga, peningkatan wawasan global, dan kesempatan menciptakan lapangan kerja baru di daerah,” ujar Gubernur Mirza.

Program ini ditargetkan dilaksanakan di 341 SMA/SMK Negeri se-Lampung pada tahun ajaran 2025/2026, membuka 316 kelas dengan sasaran 9.480 siswa. Hingga kini, sebanyak 8.500 siswa telah resmi terdaftar dalam program tersebut.

Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Lampung atas inisiatif ini, yang kini telah menjadi model nasional. Ia menegaskan bahwa Lampung adalah pelopor migrasi modern berbasis pelatihan. Alih-alih membangun Balai Latihan Kerja baru, Lampung memanfaatkan ruang-ruang pendidikan yang ada untuk mempersiapkan siswa sejak dini agar memiliki arah yang jelas setelah lulus.

Gubernur juga mengungkapkan, dari total 5,09 juta angkatan kerja di Lampung, hanya sekitar 29% yang bekerja di sektor formal, sedangkan sisanya berada di sektor informal. Data ini menjadi refleksi bahwa lulusan SMA/SMK masih belum sepenuhnya tersambung dengan kebutuhan dunia kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi tercatat pada lulusan SMA/MA (6,88%), disusul SMK (5,77%).

Sebagai solusi nyata, Program Kelas Migran Vokasi diharapkan menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Selain pelatihan teknis dan pembekalan keterampilan, Kementerian P2MI dan Pemprov Lampung juga menyiapkan 40 guru bahasa Jepang guna mendukung penguasaan bahasa asing sebagai bekal penting siswa di dunia kerja internasional.

Program ini sejalan dengan visi besar “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, dengan harapan bahwa generasi muda Lampung tidak hanya menjadi pekerja andal di luar negeri, tapi juga membawa pulang semangat dan keterampilan untuk membangun daerah asal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini