Tanggamus, 22 Agustus 2025 – Perpustakaan Umum Lentera Buana Pekon Gunung Terang bersama Fakultas Kedokteran Prodi Farmasi Universitas Lampung (UNILA) sukses menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Herba Sintrong sebagai Produk Teh Herbal”. Acara ini dilaksanakan pada Jumat (22/8) pukul 13.00 WIB hingga selesai di Pekon Gunung Terang, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus.
Kegiatan yang dihadiri oleh 30 peserta undangan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan pemerintah pekon, Badan Hippun Pemekonan (BHP), Bunda Literasi Pekon, Karang Taruna, UMKM, relawan literasi, hingga warga sekitar.
Herba Sintrong yang selama ini dikenal sebagai tanaman liar, kini diperkenalkan sebagai bahan berkhasiat yang dapat diolah menjadi produk teh herbal bernilai ekonomi. Para akademisi dari Prodi Farmasi UNILA menjelaskan bahwa sintrong mengandung berbagai senyawa aktif, seperti flavonoid, saponin, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sintrong dapat membantu menurunkan tekanan darah, melancarkan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta berpotensi sebagai antiinflamasi alami.
Ketua Perpustakaan Lentera Buana, Reindra Pratama, S.I.Pust., S.Pd.Gr., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga.
“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tetapi juga pusat pemberdayaan. Lewat kegiatan ini, kami ingin masyarakat melihat bahwa ilmu pengetahuan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Herba sintrong ini salah satu contoh nyata, dari tanaman biasa bisa menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual. Harapan kami, warga dapat mengembangkannya sebagai peluang ekonomi lokal,” ujarnya.
Selain penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik langsung pembuatan teh herbal dari sintrong. Warga terlihat antusias mencoba teknik pengolahan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri maupun secara kelompok untuk produksi skala kecil.
Acara ini menjadi langkah nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, perpustakaan, dan masyarakat desa dalam mengembangkan literasi kesehatan sekaligus literasi ekonomi. Dengan adanya inovasi berbasis riset ini, diharapkan sintrong tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi potensi unggulan baru bagi masyarakat Gunung Terang.
