Ponpes Al Khoziny Ambruk, Belasan Santri Jadi Korban

0

 

 

Sidoarjo – Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ketika bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran ambruk pada saat ratusan santri sedang beraktivitas, Kamis (2/10/2025) sore.

Peristiwa ini terjadi saat para santri tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Tiba-tiba, bangunan empat lantai yang baru dibangun mengalami runtuh total dengan model “pancake collapse”, yaitu roboh secara berlapis dari atas ke bawah.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (3/10/2025) siang, sedikitnya 9 santri dinyatakan meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, dan lebih dari 90 orang dilaporkan masih tertimbun reruntuhan.

“Kami menurunkan lebih dari 400 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Proses pencarian dilakukan manual dan dibantu alat berat,” ujar Kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam konferensi pers.

Hasil analisis awal pakar konstruksi menyebutkan bangunan tersebut mengalami kegagalan struktur. Fondasi tidak mampu menahan beban tambahan saat pengecoran lantai atas dilakukan, sehingga menyebabkan seluruh bangunan roboh.

“Desain bangunan diduga tidak sesuai standar teknis. Ini peringatan bagi semua lembaga pendidikan agar pembangunan gedung diawasi tenaga ahli,” kata seorang pengamat konstruksi dari ITS Surabaya.

Tragedi ini langsung mendapat perhatian pemerintah pusat. Kementerian Agama berjanji memperketat regulasi dan pengawasan terhadap pembangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia. DPR RI juga menyoroti minimnya peran negara dalam penyediaan infrastruktur pendidikan nonformal seperti pesantren.

“Banyak pesantren dibangun secara swadaya tanpa pengawasan teknis yang memadai. Ini harus jadi evaluasi nasional,” tegas salah satu anggota DPR.

Ratusan orangtua santri dan warga sekitar mendatangi lokasi untuk mencari kabar keluarga mereka. Suasana haru menyelimuti proses evakuasi ketika korban ditemukan dan dievakuasi dari reruntuhan.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus bekerja keras mencari para korban yang belum ditemukan. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari ke depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini