BANDAR LAMPUNG – Industri kreatif berbasis digital dinilai kian strategis dalam mendorong keterbukaan, partisipasi, dan daya saing generasi muda. Di Bandar Lampung, start-up kreatif Didiktoon Creative hadir sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi bagi generasi Z untuk mengembangkan ide dan karya kreatif bernilai ekonomi.
Founder Didiktoon Creative, Arafi Raditiya, menilai industri kreatif tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkarya, tetapi juga sebagai medium komunikasi yang membentuk pola pikir terbuka, kritis, dan adaptif di kalangan anak muda. Menurutnya, Gen Z memiliki potensi besar yang perlu difasilitasi dengan ekosistem kreatif yang inklusif.
“Industri kreatif dapat menjadi sarana bagi Gen Z untuk lebih terbuka dalam menyampaikan gagasan dan sudut pandang mereka secara positif. Dari sana, karya kreatif bisa tumbuh sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujar Arafi.
Didiktoon Creative mengembangkan berbagai program berbasis konten digital, animasi, desain visual, dan storytelling, dengan pendekatan kolaboratif khas start-up. Inisiatif ini mendorong anak muda tidak hanya menjadi konsumen media, tetapi juga kreator yang mampu berkontribusi dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Langkah tersebut sejalan dengan penguatan sektor ekonomi kreatif daerah yang kini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran start-up kreatif lokal seperti Didiktoon Creative dinilai berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja baru serta memperluas jejaring talenta digital di daerah.
Ke depan, Arafi Raditiya menegaskan Didiktoon Creative akan terus memperluas kolaborasi dengan komunitas, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif berkelanjutan yang melahirkan talenta muda berdaya saing nasional.

