Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya Isi Kuliah Umum AI di SMAN 2 Bandar Lampung

0

 

 

 

 

Staf Khusus Wapres

Laki-laki tinggi di samping saya ini namanya Achmad Adhitya. Usai kami lulus SMAN 2 Bandar Lampung tahun 1997, Adit, sapaan akrabnya, melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Ia diterima di kampus itu lewat jalur undangan.

Adit memang pintar. Usai kelas I-5 dan 2-5, ia masuk kelas 3 IPA 1.
Kami bertetangga kelas waktu kelas 1 dan 2. Saya di 1-4 dan 2-4.

Usai menuntaskan sarjana dari Unibraw, Adit lanjut studi magister di Jerman dan doktoral di Belanda. Di Eropa, ia jadi ketua perhimpunan pelajar Indonesia di sana.

Jodoh Adit juga dari Eropa, Tapi bukan orang bule. Ia menikahi salah satu cucu dari garis keturunan Habibie. Ya Habibie, benar yang mantan Presiden RI itu.

Adit pernah cerita, sewaktu ia mengundang Habibie bicara dalam forum yang ia inisiasi, ia diperkenalkan dengan istrinya yang sekarang. Habibie yang langsung “menawarkan” kepadanya, apakah ia mau memperistri salah seorang cucunya itu. Adit cepat menjawab “mau”.

Usai studi di Eropa, sekitar tahun 2013, saya pernah mewawancarai Adit panjang kali lebar untuk Harian Umum Lampung Post tempat saya pernah bekerja.

Adit lama bekerja pada sebuah korporasi besar sebelum membantu Gibran kala anak mantan Presiden Joko Widodo itu menjadi wali kota Solo. Kedekatan Adit dan Gibran lanjut usai pasangan Prabowo-Gibran menang pilpres. Adit menjadi staf khusus Wakil Presiden RI.

Tadi pagi ia datang ke Lampung. Beberapa hari sebelumnya ia telepon saya. Karena ada slot waktu sebelum bertemu kapolda Lampung, ia saya ajak mengisi kuliah umum di SMAN 2 Bandar Lampung.

Walhasil jadilah tadi siang kami ke Smanda, sapaan akrab SMAN 2 Bandar Lampung. Adit bertemu kepala sekolah Sevensari, sejumlah guru, dan mengisi acara siswa.

Sebelum itu ia napak tilas sebentar ke beberapa ruangan. Khususnya ruangan laboratorium, sekaligus mengecek program makan siang bergizi (MBG). Kata Adit, Mas Wapres selalu mengecek soal MBG saban ke daerah-daerah.

Para siswa senang bisa ketemu Adit. Apalagi isi kuliah umum ringkasnya soal kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ada juga yang mengartikan AI dengan akal imitasi sebagai padanan dalam bahasa Indonesia.

Saat melihat lab komputer, ia tersenyum bahkan menahan ketawa karena memang spesifikasi komputer dan laptop di sekolah kami yang konon unggulan se-Lampung itu sudah mesti diperbarui.

Mudah-mudahan ada kans Adit bantu lewat Sekretariat Kantor Wapres untuk bantu komputer dan laptop buat siswa Smanda. Sekalian bikin pelatihan AI dan koding.

Usai ke Smanda, Adit pamit. Ia mesti ketemu kapolda Lampung. Dengar-dengar sih agenda Mas Wapres Februari ini ke Lampung.

Spill tipis, mudah-mudahan ada kans titik kunjungan Mas Wapres Gibran bisa ke Smanda. Mudah-mudahan Adit bisa mengusulkan itu dan disetujui Mas Wapres.

Buat Adit, terima kasih sudah menelepon saya untuk mengatur acara di Smanda. Ada manfaat juga dulu jadi ketua umum OSIS.

Meski rakyat jelata, setidaknya bagi rekan seangkatan, saya masih punya kegunaan, hahaha. Yang jelas raut wajah guru dan siswa semringah saat bertemu dan mendengar paparan Adit.

Begitu saja sudah bikin hati saya bahagia. Sampai ketemu lagi di Lampung dengan agenda Mas Wapres bisa ke Smanda ya, Dit. Aamiin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini