Tanggamus — Bintang Broadcast Media
Perjuangan hidup penuh keterbatasan dialami Adi Kurniawan, warga Pekon Kusa, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. Korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada 19 Maret 2024 itu hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi kesehatannya setelah menjalani operasi pemasangan pen di bagian kaki akibat luka serius yang dideritanya.
Ironisnya, selama lebih dari dua tahun pascaoperasi, Adi diketahui belum pernah menjalani kontrol medis lanjutan karena terkendala biaya ekonomi. Kondisi keluarga yang tergolong tidak mampu membuat proses pengobatan Adi terhambat, sementara pihak yang menyebabkan kecelakaan disebut tidak menunjukkan tanggung jawab terhadap korban.
Pada Senin, 12 Mei 2026, secercah harapan akhirnya datang. Melalui kepedulian sosial Yayasan Sultan Al-Barkah (YSAB), Adi Kurniawan dibawa untuk menjalani pemeriksaan ke dokter bedah orthopedi, dr. Ramco Abitza, Sp.OT, di kawasan Urip Sumoharjo, Bandar Lampung.
Pendampingan dilakukan langsung oleh Lisa dari YSAB yang menyatakan komitmennya untuk terus membantu proses pengobatan Adi hingga sembuh dan dapat kembali berjalan seperti sediakala.
“InsyaAllah YSAB akan terus mendampingi dan membantu ananda Adi Kurniawan sampai sembuh. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat, khususnya warga Tanggamus, agar kondisi Adi segera membaik,” ujar Lisa saat mendampingi pemeriksaan medis tersebut.
YSAB juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini ikut membantu perjuangan pengobatan Adi. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua DPD PSI Tanggamus, Dedi, beserta Ibu Esi yang dinilai aktif mendampingi dan membantu proses sosial kemanusiaan bersama YSAB.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus beserta jajaran staf yang selama ini dinilai sigap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial dan kemanusiaan.
Tak lupa, penghargaan juga diberikan kepada Kepala Pekon Kusa, Kartino Viarsih, SE, yang disebut telah banyak membantu Adi Kurniawan, baik dalam bentuk bantuan sembako, fasilitas ambulans, maupun dukungan moril kepada keluarga korban.
Dukungan lintas elemen tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Harapan besar kini tertuju pada proses pemulihan Adi agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah sekian lama menahan sakit dalam keterbatasan ekonomi.
“Mudah-mudahan seluruh pihak yang telah membantu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta dimudahkan segala urusannya,” tutup pihak YSAB penuh harap.(Roni)

