Tak Ada Perlakuan Khusus, Anggota DPRD Lampung Dukung Transparansi Seleksi Sekolah Unggul

0

Bandar Lampung —Bintang Broadcast Media Pelaksanaan seleksi Sekolah Unggul di Provinsi Lampung kembali menjadi perhatian publik. Namun di tengah tingginya persaingan dan harapan para orang tua, muncul pesan yang dinilai memperkuat kepercayaan terhadap sistem pendidikan yang tengah diterapkan pemerintah daerah.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Al Hajdid, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, meski anaknya sendiri dinyatakan tidak lolos seleksi.

Putra Yudha diketahui mengikuti proses penerimaan Sekolah Unggul di SMAN 2 Bandar Lampung dan SMAN 10 Bandar Lampung. Namun hasil akhir menunjukkan namanya belum masuk dalam daftar peserta yang diterima.

Alih-alih mempertanyakan hasil tersebut, Yudha justru menilai pengalaman itu menjadi bukti bahwa sistem berjalan objektif dan tidak memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun, termasuk kepada keluarga pejabat maupun tokoh publik.

“Anak saya daftar di SMAN 2 dan SMAN 10 tapi tidak lulus. Saya sedih, tetapi saya juga senang karena berarti ini tes yang adil,” ujar Yudha, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, penerapan sistem berbasis CAT menjadi langkah penting dalam menciptakan proses seleksi yang lebih transparan dan kompetitif karena seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan akademik masing-masing.

Setelah hasil seleksi diumumkan, Yudha mengaku segera menyiapkan alternatif melalui jalur sekolah reguler yang dijadwalkan mulai dibuka pada 15 Juni mendatang.

“Berarti kemampuan anak saya bukan di situ. Sekarang kami lagi cari alternatif sekolah reguler,” lanjutnya.

Yudha menegaskan bahwa keterbukaan hasil dan tidak adanya intervensi dalam proses penerimaan menjadi indikator bahwa seleksi Sekolah Unggul telah berjalan sesuai prinsip keadilan pendidikan.

Ia berharap sistem yang mengedepankan integritas, meritokrasi, dan transparansi dapat terus dipertahankan agar mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Lampung.

“Kalau ini dipertahankan, nilai dan kualitas pendidikan Provinsi Lampung di masa depan akan semakin baik. Saya apresiasi sekali,” pungkasnya.

Sikap tersebut dinilai menjadi contoh bahwa kualitas sistem pendidikan tidak hanya diukur dari siapa yang diterima, tetapi juga dari sejauh mana proses seleksi mampu menjaga kepercayaan publik melalui prinsip tanpa perlakuan khusus dan menjunjung transparansi bagi seluruh peserta.(Roni)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini