TANGGAMUS Bintang Broadcast Media — Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus mencatat realisasi belanja mencapai Rp12.768.643.309 hingga periode Januari–Mei 2026. Angka tersebut setara 57,66 persen dari total alokasi anggaran tahun 2026 sebesar Rp22.145.987.250.
Data yang ditampilkan dalam publikasi tersebut menyebutkan, realisasi belanja berasal dari 84 paket pengadaan dari total 86 paket yang telah direncanakan.
Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Tanggamus masih memiliki ruang anggaran sekitar Rp9,37 miliar untuk melanjutkan berbagai program kesehatan pada periode berikutnya.
Fokus Anggaran: Obat, Alkes hingga Persiapan RS Kelas D
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Hery Novrizal, menyatakan penggunaan anggaran diarahkan pada peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Sejumlah sektor menjadi fokus penggunaan anggaran, mulai dari pengadaan obat dan bahan medis habis pakai, alat kesehatan, ambulans, pelayanan kesehatan, hingga persiapan pembangunan Rumah Sakit Kelas D.
Dalam data tersebut, beberapa paket pengadaan dengan nilai terbesar antara lain pengadaan obat pelayanan kesehatan dasar sebesar sekitar Rp1,99 miliar, pengadaan reagen sanitasi sekitar Rp1,41 miliar, pengadaan obat pelayanan kesehatan dasar lainnya sekitar Rp1 miliar, serta pengadaan ambulans putih sekitar Rp949 juta.
Sementara untuk mendukung persiapan pembangunan Rumah Sakit Kelas D, sejumlah kajian juga telah dilakukan, di antaranya analisis dampak lalu lintas, penyusunan feasibility study, serta analisis dampak lingkungan.
Serapan Anggaran Jadi Sorotan
Capaian 57,66 persen hingga Mei menunjukkan lebih dari separuh pagu anggaran telah terealisasi. Namun, masih terdapat sekitar 42,34 persen anggaran yang harus dikelola dan direalisasikan pada sisa tahun anggaran 2026.
Kondisi ini membuat pengawasan terhadap efektivitas, ketepatan sasaran, transparansi, serta kualitas hasil belanja menjadi penting. Terlebih, sebagian besar anggaran berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Tanggamus menyebut sejumlah kegiatan pendukung lainnya juga terus berjalan, termasuk kalibrasi alat kesehatan, pelatihan tenaga kesehatan, pengadaan peralatan laboratorium, serta peningkatan pelayanan kesehatan.
“Seluruh kegiatan yang dilaksanakan berorientasi pada peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat,” demikian keterangan yang tercantum dalam materi publikasi tersebut.
Bintang Broadcast Media memandang realisasi anggaran kesehatan bukan semata soal besarnya angka serapan, tetapi juga sejauh mana belanja tersebut mampu menghasilkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, berkualitas, dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Publik pun berhak mengawal penggunaan anggaran hingga akhir tahun, memastikan setiap rupiah APBD memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanggamus. (Red)
Bintang Broadcast Media — Lugas, Aktual dan Terpercaya.

