KOTAAGUNG, Bintang Broadcast Media — Kondisi memprihatinkan dialami Wiwit Handayani, warga Pekon Kusa, yang mengalami patah kaki dan disebut telah sekitar dua bulan kesulitan melanjutkan pengobatan lantaran kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif.
Keterbatasan biaya membuat keluarga pasien mengaku tidak lagi mampu menanggung biaya pengobatan secara mandiri. Kondisi tersebut kemudian diketahui oleh Asnawi, sopir ambulans, yang mendapat cerita langsung dari orang tua pasien.
Asnawi selanjutnya menyampaikan kondisi keluarga tersebut kepada Lisa YSAB agar dapat dicarikan jalan keluar. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung ke rumah keluarga Wiwit.
Setelah mengetahui kondisi pasien, Lisa melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk mendatangi kantor BPJS Kesehatan. Dari hasil pengecekan, kepesertaan BPJS Wiwit diketahui dalam kondisi tidak aktif karena adanya kewajiban pembayaran yang belum terselesaikan.
Upaya kemudian diperluas melalui koordinasi dengan Pekon Kusa, Puskesmas Kotaagung Pusat, serta Dinas Sosial untuk mencari solusi agar kepesertaan BPJS Wiwit dapat kembali aktif sehingga pengobatan dapat segera dilanjutkan.
Lisa mengatakan, proses pengurusan masih terus diupayakan. Ia berharap kepesertaan BPJS Wiwit dapat segera aktif sehingga gadis tersebut tidak semakin lama menunda pengobatan.
“Saya sedang mengusahakan BPJS-nya agar bisa aktif kembali dan pengobatan selanjutnya dapat dilanjutkan. Insyaallah sebelum tanggal satu. Kalau dari Dinas Sosial, insyaallah tanggal satu sudah aktif,” ujar Lisa.
Perhatian terhadap kondisi Wiwit juga mendapat dukungan dari Kepala Dinas Sosial serta berbagai pihak yang ikut membantu mengawal proses tersebut.
Lisa menyampaikan apresiasi kepada Kadis Sosial Hardasyah, Asnawi selaku sopir ambulans, jajaran Pekon Kusa, Puskesmas Kotaagung Pusat, serta sejumlah pihak yang selama ini ikut memantau dan membantu kegiatan sosial bagi masyarakat Tanggamus.
Kisah Wiwit menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan masyarakat tidak hanya menyangkut pelayanan medis, tetapi juga akses terhadap pembiayaan kesehatan. Ketika kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan, kehadiran pemerintah, tenaga pelayanan publik, serta kepedulian masyarakat menjadi sangat penting agar warga tidak kehilangan kesempatan memperoleh pengobatan.
Kini, harapan keluarga Wiwit bertumpu pada proses pengaktifan kembali kepesertaan BPJS. Semua pihak berharap persoalan administrasi tersebut segera terselesaikan dan Wiwit Handayani dapat kembali menjalani pengobatan tanpa harus terbebani persoalan biaya.
Bintang Broadcast Media akan terus mengawal informasi terkait proses pengaktifan BPJS dan kelanjutan pengobatan Wiwit sebagai bagian dari perhatian terhadap persoalan pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanggamus.(Roni)

