Tak Terima Dituduh Sebagai Pengguna Narkotika, Jahidin Laporkan Pemilik Akun Ke Polisi

0

Tanggamus, – Bintang Broadcast Media- Kepala Pekon Bandar Sukabumi Kecamatan Bandar Negeri Semuong Tanggamus, Jahidin resmi mengambil langkah hukum terkait tuduhan sebagai pengguna narkotika dan membuat resah masyarakat yang dialamatkan kepadanya dalam unggahan dibeberapa grup Facebook.

Didampingi keluarganya, Ia melayangkan laporan resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tanggamus Polda Lampung pada senin (24/8/2026).

Laporan tersebut ditujukan kepada beberapa akun atas dugaan Tindak Pidana UU ITE dalam Perkara Fitnah atau pencemaran nama baik di media sosial sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 A undang undang nomor 1 tahun 2004.

Jahidin menuturkan, tuduhan amoral tanpa bukti kuat tersebut telah menyerang mental keluarganya.

Tayangan yang menyebar luas membuat anak-anaknya mengalami guncangan psikologis karena shock dan malu.

Ia menilai jika memang persoalan dugaan tindak pidana tersebut benar dilakukan olehnya dan dikuatkan oleh barang bukti, pemilik akun seharusnya melaporkannya di ranah hukum, bukan melalui akun Facebook sehingga menimbulkan opini di masyarakat.

Ia menegaskan, memilih membuat laporan ini agar pelaku penyebar fitnah tersebut bisa diselidiki dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan penyidik kepolisian sesuai hukum acara.

Jahidin meminta Polres Tanggamus mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam permasalahan ini apalagi sampai meloloskan informasi yang belum tentu kebenarannya. Apalagi masalah ini dinilai merugikan nama baiknya dan juga keluarga.

Ia pun merasa tidak terima karena dituduh telah melakukan kegiatan Nyompok (dugem secara sembunyi) disalah satu gubuk di pekon Kem A sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

“Saya tidak terima sudah difitnah serta dituduh melakukan nyompok hampir tiap malam sehingga membuat resah masyarakat oleh akun tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan semua itu Hoaxs dan bisa di cek di lokasi, karena ia disana hanya menanam pohon pepaya.

“Tunjukan dan beri bukti yang akurat jika memang ada masyarakat yang saya buat resah, karena saya disana bertani bukan pesta narkoba,” tutupnya. (Rn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini