BANDAR LAMPUNG — Bintang Broadcast Media — Pemerintah Provinsi Lampung memperketat proses seleksi peserta Kelas Migran Vokasi Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan lulusan SMK yang mengikuti program benar-benar memenuhi standar dan memiliki kesiapan bekerja di Jepang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico mengatakan, seleksi tahun ini dilakukan lebih ketat dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Penyaringan tidak hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga kondisi kesehatan, fisik, serta kesiapan mental peserta.
“Mulai dari kondisi mata, fisik hingga tinggi badan harus benar-benar memenuhi syarat. Kemudian dari sisi mental juga kita seleksi agar mereka mampu mengikuti program dengan sungguh-sungguh dan tidak berhenti di tengah jalan,” kata Thomas.
Menurut Thomas, standar tersebut diberlakukan karena sejumlah bidang pekerjaan di Jepang memiliki persyaratan khusus bagi calon tenaga kerja. Di antaranya kondisi penglihatan, tidak buta warna, tidak memiliki riwayat patah tulang tertentu, serta memenuhi ketentuan fisik dan tinggi badan sesuai kebutuhan pekerjaan.
Selain aspek kesehatan dan fisik, kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan peserta. Jika sebelumnya bahasa Jepang diberikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dua kali dalam sepekan, kini pola pembelajaran ditingkatkan menjadi setiap hari selama sekitar empat hingga lima bulan sebelum keberangkatan.
“Yang benar-benar ingin bekerja ke Jepang harus fokus belajar bahasa Jepang setiap hari. Jadi persiapannya jauh lebih matang dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Thomas menjelaskan, sosialisasi untuk angkatan kedua program tersebut saat ini masih berlangsung. Sementara itu, hasil assessment angkatan pertama telah selesai dan peserta akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Sebanyak 193 lulusan SMK dinyatakan lolos screening awal. Mereka selanjutnya akan menjalani screening tahap kedua sebelum mengikuti pelatihan pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) selama sekitar dua bulan.
“Mereka sudah selesai screening tahap awal dan dalam satu hingga dua bulan ke depan masuk LPK untuk pemantapan. Targetnya sekitar dua sampai tiga bulan lagi mereka bisa diberangkatkan ke Jepang,” jelas Thomas.
Program Kelas Migran Vokasi ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja internasional. Dengan seleksi yang lebih ketat serta pembekalan bahasa dan keterampilan yang lebih intensif, lulusan SMK diharapkan tidak sekadar berangkat ke Jepang, tetapi mampu memenuhi standar dunia kerja dan bertahan dalam lingkungan kerja profesional.(Rn)
Bintang Broadcast Media — Tajam, Terpercaya, Berimbang.

