ATM Pertanyakan Arah Kebijakan Kesehatan Tanggamus: “Mau Dibawa ke Mana Kesehatan Masyarakat?”

0

TANGGAMUS —Bintang Broadcast Media Aliansi Tanggamus Memanggil (ATM) kembali menyoroti arah kebijakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanggamus. Sorotan tersebut akan dibawa dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mau Dibawa ke Mana Kesehatan Masyarakat Tanggamus?”

Forum ini digagas sebagai ruang terbuka untuk mengkritisi sekaligus mengevaluasi sejauh mana kebijakan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam sektor kesehatan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bagi ATM, pembangunan kesehatan tidak semestinya hanya dilihat dari besaran anggaran, jumlah program, pembangunan fasilitas, maupun capaian administratif. Parameter paling mendasar adalah sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, manusiawi, merata, dan berkeadilan.

ATM menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang penting untuk dibuka secara transparan kepada publik. Di antaranya menyangkut kualitas pelayanan fasilitas kesehatan milik pemerintah, pemerataan tenaga kesehatan, kondisi sarana dan prasarana, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, hingga efektivitas penggunaan anggaran dalam memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

ATM mempertanyakan, apakah berbagai kebijakan dan program kesehatan yang telah dirancang pemerintah sudah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan sampai kesehatan hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi masyarakat masih harus berhadapan dengan persoalan ketika membutuhkan pelayanan,” demikian sikap ATM.

ATM mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak seharusnya berhenti pada angka capaian program dan laporan administratif.

Menurut ATM, masyarakat membutuhkan pelayanan yang nyata, bukan sekadar angka dalam laporan.

Karena itu, ATM mendorong keterbukaan pemerintah mengenai perencanaan dan penggunaan anggaran kesehatan, pemerataan fasilitas serta tenaga kesehatan, standar dan kualitas pelayanan, mekanisme pengaduan masyarakat, serta langkah konkret dalam menangani berbagai persoalan kesehatan yang masih ditemukan di lapangan.

FGD tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mendengar pengalaman masyarakat dan tenaga kesehatan secara langsung. ATM menilai suara mereka penting sebagai bahan evaluasi dalam menentukan arah kebijakan kesehatan daerah.

ATM menegaskan, forum tersebut tidak dimaksudkan sebagai ruang untuk menghakimi pemerintah. Sebaliknya, FGD diharapkan menjadi arena dialog sekaligus pengujian kebijakan secara terbuka.

Apa yang sudah berjalan? Apa yang belum berhasil? Apa hambatannya? Siapa yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab? Serta solusi apa yang harus segera dilakukan?

Seluruh pertanyaan tersebut dinilai perlu dijawab dengan data, fakta, dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Ketua Aliansi Tanggamus Memanggil (ATM), Dauri Ruansyah, menegaskan masyarakat memiliki hak untuk mengetahui arah pembangunan kesehatan di daerahnya.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, bukan privilese segelintir orang. Karena itu, masyarakat berhak bertanya: mau dibawa ke mana kesehatan masyarakat Tanggamus?”

ATM menilai kritik terhadap kebijakan pemerintah bukanlah bentuk permusuhan. Kritik merupakan bagian dari kontrol sosial sekaligus mekanisme demokrasi untuk memastikan setiap kebijakan publik berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

ATM mengajak masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, aktivis, organisasi masyarakat, insan pers, serta seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam forum tersebut.

Bagi ATM, pembangunan kesehatan tidak boleh menjadi urusan segelintir pihak. Kebijakan kesehatan menyangkut hak dasar seluruh masyarakat dan karena itu harus dibicarakan secara terbuka, transparan, terukur, serta berpihak pada kepentingan publik.

FGD ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk memberikan penjelasan dan menunjukkan langkah konkret dalam memastikan pelayanan kesehatan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan bukan sekadar seberapa banyak program dibuat, melainkan seberapa besar masyarakat merasakan manfaatnya.

ALIANSI TANGGAMUS MEMANGGIL “Bersama Masyarakat, Mengawal Hak atas Kesehatan.”(Roni)

BINTANG BROADCAST MEDIA — Tajam, Terpercaya, Berimbang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini