Rehabilitasi SMPN 2 Hulu Sungkai Desa Lubuk Rukam Diduga Tidak Sesuai Spek, Cor Balok Pakai Besi 8 dan Besi 10 Banci Bukan Besi K12

0

LAMPUNG UTARA -Proyek rehabilitasi gedung sekolah di Kabupaten Lampung Utara menuai sorotan. Proyek yang berlokasi di *SMP Negeri 2 Hulu Sungkai, Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara* ini diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Berdasarkan pantauan tim *Global Media Kencana* di lapangan pada *18 Oktober 2026*, ditemukan dua papan proyek dengan sumber dana APBD 2026.

Data Proyek Sesuai Papan Informasi:*

1. Pekerjaan: Rehabilitasi Gedung Kantor SMP Negeri 2 Hulu Sungkai

Pelaksana: CV. Wira Dua Mandiri

No. Kontrak: 027/1513/04.4-LU/2026

Tanggal Kontrak:14 September 2026

Nilai Kontrak: Rp. 359.606.000,-

Sumber Dana: APBD 2026

Masa Pelaksanaan: 90 Hari Kalender

2. Pekerjaan:Rehabilitasi Ruang Perpustakaan SMP Negeri 2 Hulu Sungkai

Pelaksana:* CV. Wira Three Mandiri

No. Kontrak:* 027/1521/04.4-LU/2026

Nilai Kontrak:* Rp. 194.722.000,-

Total Anggaran Kedua Proyek: Rp. 554.328.000,-

Dari dokumentasi foto di lokasi, tim menemukan dugaan penggunaan material besi yang tidak sesuai standar.

Pada foto rangka balok yang tergeletak di tanah di area proyek, terlihat rangka balok yang diduga akan digunakan untuk pengecoran. Rangka tersebut terlihat hanya menggunakan *besi polos dengan diameter kecil, diduga besi 8 dan besi 10 banci, dengan jumlah 4 batang.*

Padahal, untuk pekerjaan cor balok struktur gedung sekolah, sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) seharusnya menggunakan *besi ulir K12 (diameter 12mm ulir) dengan jumlah minimal 6 batang* agar memiliki kekuatan maksimal menahan beban.

Selain dugaan besi yang tidak sesuai spek, tim juga menemukan hasil pengecoran balok yang sudah terpasang terlihat keropos, tidak padat, dan berpori, sehingga dikhawatirkan akan mengurangi kekuatan dan membahayakan keselamatan siswa.

Global Media Kencana masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepala tukang bernama pak nur suda menjelaskan bahwa memang iya menggunakan besi 8 dan 10 banci dan akan dibongkar cor balok berikut plasteran aci retak dan terkelupas ujar nya kepala tukang

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemborong atau konsultan pengawas pekerjaan tersebut

Dalam temuan tersebut kami akan sampai kan ke pihak PU kabupaten Lampung Utara.(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini