BANDAR LAMPUNG — Sidang paripurna penyampaian Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 serta Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2024, berlangsung dengan nuansa haru dan semangat solidaritas kemanusiaan, Kamis (17/4/2025).
Dalam forum yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kota Bandar Lampung tersebut, takbir bergemuruh setelah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Agus Widodo, menyampaikan seruan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Agus mengungkapkan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina. Ia menyebutkan bahwa sejak agresi militer pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini, lebih dari 50.900 warga Palestina telah kehilangan nyawa—sebagian besar adalah anak-anak, perempuan, dan lansia. Selain itu, lebih dari 119.000 warga terluka dan sedikitnya 2 juta orang terpaksa mengungsi dari tanah kelahirannya.
“Dalam semangat amanat konstitusi, kita wajib mendukung kemerdekaan Palestina. UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujar Agus.
Seruan tersebut disambut hangat oleh para peserta sidang, termasuk Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dan Wakil Wali Kota, Dedy Amarullah. Dalam tanggapannya, Eva menyatakan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memberikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp100 juta kepada rakyat Palestina.
“Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, kami dari Pemkot Bandar Lampung akan mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk Palestina,” ujar Eva dalam sidang paripurna tersebut.
Agus juga menyerukan agar masyarakat lebih selektif dalam mengonsumsi produk, termasuk melakukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan entitas pendukung zionis Israel.
Momen ini menjadi pengingat bahwa forum legislatif daerah tidak hanya menjadi ruang untuk merancang kebijakan pembangunan lokal, tetapi juga bisa menjadi panggung suara nurani kemanusiaan global.
