Bandar Lampung — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung mencatat adanya peningkatan signifikan volume sampah di wilayah setempat. Berdasarkan pemantauan harian, jumlah sampah kini mencapai 770 ton per hari, naik dari sebelumnya sekitar 600 ton per hari.
Kepala DLH Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut terlihat secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
“Terjadi peningkatan volume sampah di Kota Balam dari sekitar 600 ton per hari, saat ini volumenya menjadi 770 ton per hari,” ujar Yusnadi, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan, kuota pembuangan sampah di wilayah Panjang hingga Sukaraja berada di kisaran 50–70 ton per hari. Kondisi ini membuat pengelolaan sampah di kawasan pesisir tersebut perlu perhatian ekstra.
Selain itu, DLH mengimbau seluruh camat, lurah, dan pamong untuk lebih aktif mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, terutama di daerah pesisir yang rawan terbawa arus air saat cuaca tidak menentu.
“Kami ajak masyarakat untuk tertib membuang sampah. Cuaca yang tidak menentu membuat sampah mudah terbawa aliran air, sehingga kami meminta pamong lebih gencar melakukan sosialisasi,” jelas Yusnadi.
Untuk menjaga kebersihan wilayah, DLH melalui UPT terkait memastikan pengangkutan sampah dilakukan setiap hari, khususnya di kawasan padat aktivitas seperti pesisir Sukaraja.
Yusnadi juga menegaskan bahwa DLH tengah menyiapkan program khusus pembersihan sungai sebagai upaya mencegah penumpukan sampah yang dapat mengganggu aliran air dan menimbulkan banjir.
Selain itu, masyarakat didorong untuk mulai melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, sebagai langkah awal mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

