TANGGAMUS –Bintang Broadcast Media Gelombang pasang disertai cuaca ekstrem menerjang kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Kota Agung serta sejumlah wilayah pesisir Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026). Fenomena alam tersebut membuat aktivitas nelayan lumpuh dan memicu kepanikan warga yang berada di sepanjang garis pantai.
Pantauan di lapangan menunjukkan air laut naik secara signifikan sejak pagi hari hingga meluap ke area daratan. Kawasan TPI Pantai Kota Agung yang biasanya dipadati aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan terlihat tergenang air laut akibat hantaman ombak besar yang datang silih berganti.
Tidak hanya itu, sejumlah titik pesisir di wilayah Kota Agung dan Teluk Semaka juga terdampak. Air laut dilaporkan masuk hingga ke badan jalan, pelataran parkir, serta area lapak pedagang di sekitar pantai.
Sejumlah video amatir warga yang beredar memperlihatkan detik-detik gelombang besar menghantam bibir pantai dan melampaui tanggul penahan ombak. Warga tampak panik menyelamatkan barang-barang mereka untuk menghindari kerusakan lebih parah.
“Biasanya ombak tidak sebesar ini. Air tiba-tiba naik dan langsung masuk ke area TPI. Kami khawatir kalau kondisi terus memburuk,” ujar salah seorang nelayan di kawasan Pantai Kota Agung.
Dampak cuaca ekstrem tersebut membuat puluhan kapal nelayan memilih bersandar di dermaga. Para nelayan untuk sementara menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan jiwa karena kondisi perairan Teluk Semaka dinilai sangat berbahaya.
Selain melumpuhkan aktivitas nelayan, gelombang pasang juga mengganggu roda perekonomian masyarakat pesisir. Beberapa pedagang kecil di sekitar pantai mengaku mengalami kerugian akibat lapak mereka terendam air laut.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa. Namun warga di sepanjang pesisir Teluk Semaka diminta tetap waspada mengingat potensi air pasang dan gelombang tinggi masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di bibir pantai, terutama pada malam hari saat pasang laut diperkirakan mencapai puncaknya.
“Kami mengingatkan masyarakat pesisir untuk tetap tenang namun siaga. Keselamatan harus menjadi prioritas utama sampai kondisi cuaca kembali normal,” tegas pihak BPBD Tanggamus.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Lampung akibat pengaruh cuaca ekstrem dan fase pasang surut air laut.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait kini terus melakukan pemantauan di kawasan pesisir Teluk Semaka guna mengantisipasi dampak yang lebih besar apabila cuaca buruk masih berlanjut.
(Tim)

