
Mahasiswa Lampung Raih Predikat Favorit di Grand Final iForte National Dance Competition 2025
Jakarta, 2 Mei 2025 – Ajang bergengsi iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” yang digelar di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta, menjadi saksi bakat luar biasa generasi muda Indonesia dalam mengekspresikan seni budaya melalui tari. Dari 30 tim terbaik yang berhasil lolos ke babak Grand Final, salah satu sorotan utama datang dari Lampung: Saba Dance dari Universitas Lampung sukses merebut gelar Group Favorit kategori Mahasiswa, pilihan penonton melalui voting daring.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Lampung, karena tim mahasiswa tersebut berhasil mencuri perhatian publik nasional lewat penampilan yang kuat, ekspresif, dan sarat makna budaya. Mereka bersaing dengan finalis dari berbagai kota besar, setelah melalui proses panjang sejak tahap pendaftaran pada September 2024, yang melibatkan lebih dari 400 pendaftar dari 127 kota di Indonesia.
Selain Saba Dance, kategori Mahasiswa juga menampilkan pemenang utama lainnya, yaitu Naraya dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, yang menyabet juara pertama. Disusul oleh Saluak Laka Entertainment dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang di posisi kedua, dan Cecakal dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta di posisi ketiga.
Sementara itu, untuk kategori pelajar SMA, 3DX dari SMAN 5 Malang tampil sebagai juara pertama dengan koreografi yang energik dan penuh kreativitas. Juara kedua diraih oleh Clique dari SMAK St. Louis 1 Surabaya, yang juga terpilih sebagai Group Favorite, dan Euforia Dance Crew dari SMAN 4 Surakarta menduduki posisi ketiga.
Kompetisi ini menantang peserta untuk menampilkan dua koreografi: lagu wajib “Inspirasi Diri”, kolaborasi musik antara Yura Yunita dan Eross Candra yang memadukan nuansa modern dengan bahasa Toraja dan alat musik tradisional, serta satu koreografi bebas yang menonjolkan kreativitas dan identitas budaya masing-masing tim.
Ajang ini dinilai oleh dewan juri ternama seperti Nicholas Saputra, Naura Ayu, Sandhidea Cahyo Narpati, Dian Bokir, dan Renitasari Adrian. Dalam penilaiannya, para juri menekankan pentingnya kekuatan narasi budaya dan teknik dalam koreografi.
“Penting bagi para peserta untuk memperlihatkan kekuatan teknik, kreativitas, serta narasi budaya yang mereka bawa dalam setiap gerakan,” jelas Sandhidea Cahyo Narpati, yang juga merupakan Koreografer Pagelaran Sabang Merauke.
Aktor Nicholas Saputra menyampaikan kekagumannya, “Semua finalis adalah bukti nyata betapa besar potensi seni generasi muda kita. Mereka tidak hanya menari dengan teknik yang luar biasa, tetapi juga membawa cerita dan jiwa dalam setiap penampilannya.”
Sementara itu, Renitasari Adrian menambahkan, “Ajang seperti ini menjadi sangat penting untuk membuka ruang eksplorasi baru bagi generasi muda dalam memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada khalayak luas.”
Grand Final ini juga menghadirkan sesi inspiratif bersama Ivan Gunawan, perwakilan Ikatan Perancang Mode Indonesia, serta Yura Yunita, musisi yang turut menciptakan lagu tema kompetisi. Keduanya berbagi pengalaman tentang pentingnya kolaborasi dalam seni pertunjukan.
Dalam penutupannya, Silvi Liswanda, Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke dan Wakil Presiden Direktur & Deputy CEO iForte, menyampaikan apresiasinya atas semangat peserta:
“Melalui iForte National Dance Competition Inspirasi Diri, menjadi bukti nyata besarnya potensi generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya Nusantara.”
Pemenang dari masing-masing kategori, termasuk Saba Dance dari Lampung, kini bersiap untuk melangkah ke panggung yang lebih besar: Pagelaran Sabang Merauke – Indonesian Broadway 2025, sebuah panggung prestisius untuk menampilkan karya mereka di hadapan publik yang lebih luas.
Sebagai bentuk penghargaan, para pemenang menerima hadiah uang tunai, dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah, serta kesempatan langka untuk tampil dalam pertunjukan budaya paling bergengsi di Indonesia.
