
Jakarta-Ketegangan antara tokoh preman legendaris Hercules Rosario Marshal dan Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo kembali mencuat ke publik setelah keduanya saling melempar sindiran dalam beberapa pernyataan terbuka. Meskipun keduanya berasal dari latar belakang berbeda, konflik ini disebut berakar dari perbedaan pandangan politik dan sejarah masa lalu di era Orde Baru.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Hercules menyindir pihak-pihak yang “merasa paling nasionalis tapi lupa pada rakyat kecil.” Banyak yang menafsirkan pernyataan ini sebagai kritik terselubung kepada Gatot Nurmantyo yang dikenal sering mengangkat isu kebangsaan dan TNI dalam narasi publiknya.
Menanggapi hal itu, Gatot menyatakan bahwa dirinya tidak ingin terseret dalam polemik personal, tetapi menekankan pentingnya menjaga moralitas dan disiplin dalam kehidupan berbangsa. “Kita ini bicara negara, bukan soal individu,” ujar Gatot dalam sebuah wawancara.
Hubungan keduanya memang tak selalu harmonis. Gatot, semasa menjabat sebagai Panglima TNI, pernah mengambil langkah tegas terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mengganggu stabilitas nasional, termasuk jaringan informal yang disebut-sebut terkait Hercules.
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menilai bahwa perseteruan ini adalah refleksi dari dinamika pascareformasi yang belum selesai. “Ada konflik lama yang belum tuntas, dan ini menjadi panggung ekspresi kekuasaan non-formal versus kekuasaan institusional,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi damai dari kedua belah pihak. Publik diimbau untuk tidak terprovokasi dan tetap kritis dalam menyikapi informasi yang berkembang.
