
Kolaborasi antara pemimpin organisasi dan kalangan intelektual muda dorong pemberdayaan nelayan menuju kesejahteraan berkelanjutan.
Pesawaran, Lampung.9 Mei 2025.Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak nelayan lokal. Di bawah kepemimpinan Marpen Efendi, S.Ag, HNSI Pesawaran aktif menyuarakan kepentingan nelayan, mulai dari advokasi hukum hingga pemberdayaan ekonomi.
Tak hanya mengandalkan pendekatan struktural, Marpen Efendi juga mengambil langkah progresif dengan menggandeng tenaga ahli muda, Rendi Hafiz, sebagai pendamping strategis. Kolaborasi ini menjadi angin segar dalam penguatan kapasitas nelayan berbasis data dan teknologi.
“Nelayan adalah tulang punggung ketahanan pangan laut kita. Mereka butuh perlindungan dan peningkatan kapasitas. Di sinilah HNSI hadir,” ujar Marpen dalam wawancara eksklusif.
Rendi Hafiz, yang dikenal sebagai aktivis muda sekaligus praktisi pembangunan desa pesisir, dipercaya untuk merancang berbagai program pelatihan, digitalisasi hasil tangkap, serta pendampingan nelayan dalam mengakses bantuan pemerintah.
“Kami tidak ingin nelayan hanya sekadar bertahan hidup. Kami ingin mereka naik kelas. Digitalisasi, akses pasar, dan manajemen keuangan menjadi kunci,” jelas Rendi.
Dalam beberapa bulan terakhir, HNSI DPC Pesawaran telah melakukan sosialisasi hukum wilayah tangkap, mensosialisasikan asuransi nelayan dan membuka ruang dialog antara komunitas nelayan dan pemda setempat.
Langkah ini diapresiasi banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat pesisir. “Dulu kami tak tahu harus mengadu ke siapa. Sekarang, HNSI hadir sebagai pelindung dan pendamping,” ungkap Junaidi, nelayan Pesawaran.
Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan profesional, HNSI DPC Pesawaran membuktikan bahwa organisasi nelayan bisa menjadi motor perubahan.
