Mazelis Dzikir di Ujung Pantai: Cahaya dari Kapuran yang Menentramkan Jiwa

0

Bintang Broadcast Media

Tanggamus, 11 Mei 2025

Di sebuah sudut Tanggamus, tepatnya di Desa Pantai Kapuran RT 14 RW 04, Kelurahan Pasar Madang, berdiri sebuah bangunan sederhana yang tidak dibangun dengan kekuatan materi—tetapi dengan keikhlasan, ketulusan, dan harapan. Namanya Mazelis Dzikir Salam Baqo.

Tak banyak yang tahu, desa ini berada di bibir pantai yang rentan akan musibah. Ombak besar, badai, bahkan potensi tsunami kerap menjadi kekhawatiran warga. Namun di balik semua itu, setiap malam Senin, lantunan dzikir dan sholawat menggema dari bangunan yang dibangun tanpa dana pemerintah, tanpa sentuhan partai politik, dan tanpa pungutan dari masyarakat. Semua hadir dari sumbangsih para ikhwan dan hamba-hamba Allah yang ikhlas.

Dipimpin oleh Sayyid Salam Abixtumahdi, yang akrab disapa Kang Amet, majelis ini bukan tempat ramai penuh sorak—melainkan ruang hening tempat hati-hati yang rindu ketenangan menemukan jalan pulang.

> “Yang penting bukan jumlah jamaah, tapi istiqomahnya. Karena hanya yang istiqomah yang akan merasakan nikmat dan manfaat dari dzikir dan sholawat,” ujar Kang Amet dengan penuh keyakinan.

 

Kang Amet tak hanya memimpin dzikir, tapi juga menanamkan ajaran mulia dari guru besar TQN Suryalaya, Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom). Lima pesan beliau menjadi pondasi akhlak para ikhwan:

1. Jangan membenci ulama yang sezaman.

2. Jangan menyalahkan pengajaran orang lain.

3. Jangan memeriksa murid orang lain.

4. Jangan meninggalkan tempat saat tersinggung.

5. Harus menyayangi orang yang menyakiti.

 

Mazelis Dzikir Salam Baqo telah menjadi lentera di tengah gelapnya ketidakpastian. Bukan sekadar majelis, melainkan penjaga spiritual desa dan sumber keberkahan yang terus mengalir dari bibir pantai Kapuran ke relung hati siapa pun yang datang.

Penulis: (Syahroni)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini