Dari Pesisir Tanggamus, Warga Bangkitkan Gerakan Bersih Laut: Aksi Nyata di Hari Lingkungan Hidup

0

 

 

TANGGAMUS – Bintang Broadcast Media | Kamis, 5 Juni 2025

Suasana Pantai Kapuran pagi itu berbeda. Alih-alih dipenuhi wisatawan, ratusan warga tampak menyusuri bibir pantai sambil memunguti sampah plastik dan limbah pesisir. Mereka datang dari berbagai latar belakang—bersatu dalam satu semangat: memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan aksi nyata.

Kegiatan bersih-bersih ini digelar oleh Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kotaagung, dengan titik kegiatan tersebar di wilayah pesisir RT 10, RT 14, dan RT 16. Dipimpin langsung oleh Lurah Pasar Madang, Mega Sari, S.E., aksi ini menjadi panggung kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelajar, dan organisasi sipil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut PLT Camat Kotaagung, Adi Putra, yang memberikan sambutan pembuka.

> “Kegiatan seperti ini adalah bentuk konkrit kepedulian lingkungan. Kolaborasi yang melibatkan warga, pelajar, dan organisasi masyarakat seperti ini perlu terus didorong dan dijadikan budaya,” ujarnya.

 

Selain perangkat kelurahan, aksi ini melibatkan Babinsa, Karang Taruna, para Ketua RT dan RW, ibu-ibu PKK, kader Posyandu, pelajar dari organisasi IPM, serta para guru dan siswa SDN 3 Pasar Madang. Hadir pula Sekretaris HNSI Kabupaten Tanggamus, memperkuat keterlibatan kelompok yang peduli pada laut dan nelayan.

Yang menarik perhatian adalah hadirnya Koalisi Ormas Peduli Lingkungan dan Hutan (KOLIGAN) Tanggamus, yang aktif menyuarakan isu-isu pelestarian lingkungan hidup. Ketua KOLIGAN, Ari Berlian, menegaskan komitmen organisasinya:

> “Kami hadir bukan hanya untuk mendukung, tetapi sebagai bagian dari gerakan. Menjaga hutan dan laut adalah tanggung jawab kolektif. Aksi ini harus diperluas ke tempat-tempat lain,” tegasnya.

 

Lurah Mega Sari menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah lanjutan dari program rutin “Jumat Bersih” yang digalakkan di kelurahan.

> “Membersihkan pantai bukan hanya soal estetika, tapi menyelamatkan ekosistem laut. Kalau laut rusak, nelayan merugi, warga terdampak. Ini tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua elemen yang hadir dan turut berpartisipasi aktif.

> “Terima kasih kepada Pak Camat, Babinsa, Karang Taruna, PKK, KOLIGAN, HNSI, IPM, para guru, siswa SDN 3, dan warga yang telah turun langsung. Ini bukti bahwa gotong royong masih hidup di tengah kita,” pungkasnya.

 

Pelibatan pelajar SD dalam kegiatan ini juga menjadi sorotan. Mereka tidak hanya ikut memungut sampah, tetapi juga mendapat edukasi penting soal dampak pencemaran plastik terhadap laut dan kehidupan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni tahun ini mengusung tema global tentang krisis plastik dan urgensi restorasi ekosistem. Bagi wilayah pesisir seperti Tanggamus, gerakan ini bukan hanya relevan, tetapi sangat mendesak. Dari tepian Pantai Kapuran, sebuah pesan dikirim: menjaga bumi bisa dimulai dari desa, dari warga, dan dari aksi nyata.

Penulis:(Roni)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini