Kemenangan Indonesia atas China di Kualifikasi Piala Dunia menjadi simbol kuat persatuan dan nasionalisme warga keturunan Tionghoa di Tanah Air.
Jakarta, 5 Juni 2025 — Laga panas antara Indonesia kontra China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia zona Asia berakhir manis untuk Tim Garuda. Bermain penuh semangat dan disiplin, Indonesia berhasil menaklukkan raksasa Asia Timur itu dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dicetak oleh Ole Romeny dari titik putih, menggemakan kemenangan bersejarah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Namun, sorotan tak hanya tertuju pada kemenangan di lapangan hijau. Dukungan luar biasa dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia, termasuk dari warga keturunan Tionghoa, menyita perhatian publik. Dalam laga yang semestinya menjadi ajang pertarungan emosional antara dua negara dengan keterikatan etnis, masyarakat keturunan China di Indonesia justru menunjukkan loyalitas penuh kepada Merah Putih.
Diperkirakan terdapat sekitar 10 juta warga Indonesia yang merupakan keturunan Tionghoa. Dalam pertandingan ini, sebagian besar dari mereka terlihat hadir di stadion maupun menyuarakan dukungan lewat media sosial semuanya untuk Indonesia.
“Ini bukan soal asal-usul, ini soal tanah air tempat kami lahir dan tumbuh. Kami bangga jadi bagian dari Indonesia, dan tentu saja mendukung Timnas,” ujar Hendri Gunawan, seorang pengusaha muda keturunan Tionghoa yang hadir langsung di stadion.
Fenomena ini mematahkan stereotip lama soal identitas dan kesetiaan warga keturunan. Di tengah tensi pertandingan yang tinggi, jiwa nasionalisme warga Tionghoa Indonesia justru bersinar. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan, melambai-lambaikan bendera, dan bersatu dalam semangat kebangsaan.
Pakar sosiologi dari Universitas Indonesia, Dr. Retno Sari, mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi cerminan kuatnya integrasi sosial. “Warga keturunan Tionghoa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa ini. Dukungan mereka terhadap Timnas Indonesia menunjukkan bahwa nasionalisme tidak ditentukan oleh darah, tapi oleh rasa memiliki dan cinta pada tanah air.”
Kemenangan atas China bukan hanya soal poin dan peluang ke Piala Dunia, melainkan juga kemenangan atas sekat-sekat identitas yang sering kali dibuat-buat. Indonesia sekali lagi membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan.

