JPSI Apresiasi Ketegasan Kadisdikbud Lampung: Target 50% Siswa SMA/SMK Lolos Perguruan Tinggi

0

 

 

 

 

Bandar Lampung – Bintang Broadcast Media
Langkah tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menuai apresiasi luas. Target ambisius yang menekankan minimal 50 persen siswa SMA/SMK lolos ke perguruan tinggi mulai tahun ajaran 2026 dinilai sebagai gebrakan penting untuk mengangkat mutu pendidikan di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Thomas menyatakan, pihaknya akan mencopot kepala sekolah maupun guru yang gagal memenuhi Key Performance Indicator (KPI) tersebut. Hal ini, menurutnya, menjadi alarm serius agar dunia pendidikan di Lampung tidak terus berada di peringkat bawah nasional.

“Mulai tahun ajaran 2026 nanti minimal 50 persen siswa tiap sekolah harus lolos seleksi perguruan tinggi negeri maupun swasta. Jika tidak tercapai, maka kepala sekolah dan guru akan saya copot,” tegas Thomas, Rabu (20/08/2025).

Fakta Mencengangkan

Berdasarkan data 2025, hanya 22,19 persen atau 12.601 siswa SMA/SMK di Lampung yang berhasil masuk perguruan tinggi. Capaian ini menempatkan Lampung di posisi 35 dari 38 provinsi se-Indonesia.

“Ini sangat memprihatinkan. Kompetensi guru, akses pembelajaran, hingga kesiapan siswa menjadi fokus perhatian kami,” jelas Thomas.

Program Strategis Disdikbud Lampung

Untuk mendorong pencapaian target, Dinas Pendidikan akan menerapkan sejumlah langkah, antara lain:

Membentuk kelas khusus kelas XII berisi mentoring, try out, dan peta jalan belajar.

Peningkatan kompetensi guru melalui uji kompetensi, sertifikasi, serta pembinaan berkelanjutan.

Program Campus Expo di sekolah-sekolah.

Penguatan pembelajaran berbasis literasi.

“Guru harus menjadi tenaga pengajar terbaik. Dengan begitu, siswa lebih siap menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi,” tambah Thomas.

Dukungan JPSI

Ketegasan Kadisdikbud ini mendapat dukungan penuh dari Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI). Ketua Umum JPSI, Ichwan, menilai langkah tersebut sebagai peringatan keras agar dunia pendidikan Lampung bangkit.

“Tidak semua orang tua mampu membiayai Bimbingan Belajar di luar sekolah. Apalagi sistem sekolah sekarang sudah fullday, artinya pembelajaran bisa dioptimalkan di sekolah. Tinggal kompetensi guru ditingkatkan serta ditambah program-program pendukung yang berkualitas,” ujar Ichwan.

Menurutnya, program Disdikbud bukan hanya menyentuh kualitas guru, tetapi juga menjawab kesenjangan akses pendidikan antara kota dan daerah.

Harapan Baru Pendidikan Lampung

Gebrakan ini diyakini dapat menjadi titik balik dunia pendidikan di Lampung. Dengan dukungan berbagai pihak, target 50 persen bukan hanya angka, melainkan wujud tekad bersama untuk mencetak generasi cerdas, berdaya saing, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

Bintang Broadcast Media akan terus mengawal perkembangan kebijakan ini agar publik melihat langsung transformasi pendidikan Lampung menuju arah yang lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini