Tanggamus – Bintang Broadcast Media.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus memfasilitasi pertemuan rembuk nelayan, Kamis (11/9/2025), di Gedung Kesyahbandaran UPTD Pelabuhan Perikanan Kota Agung. Pertemuan ini dihadiri berbagai pihak penting dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, hingga perwakilan nelayan.
Hadir dalam kesempatan tersebut:
Ir. Liza Derni, M.M., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung.
Darma Setiawan, S.Kom., M.M., Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus.
Kepala Bidang Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Provinsi Lampung.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Kota Agung.
Kasat Polairud Polres Tanggamus.
Kapolsek Kota Agung Barat.
Komandan Pos TNI AL Kota Agung.
Kepala Pos Polairud Kota Agung.
Kepala Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kota Agung Barat.
Pengawas Perikanan Kabupaten Tanggamus.
Para pemilik kapal motor, antara lain KM Putri Diana, KM Cahaya Muncul/Muncul Jaya, KM Sri Asih, dan KM Gondang Jati Jaya.
Perwakilan nelayan purse seine.
Perwakilan nelayan pukek Pekon Tanjung Agung.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Darma Setiawan, S.Kom., M.M., menekankan bahwa semua pihak harus mematuhi aturan serta kesepakatan bersama demi terciptanya ketertiban di laut.
“Kesepakatan tujuh poin ini wajib dipatuhi oleh semua nelayan, baik purse seine maupun pukek. Kita semua adalah keluarga besar Kota Agung, mari jaga kebersamaan, tertib aturan, dan jangan saling merugikan. Apabila masih ada pelanggaran, maka akan ditegakkan hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Darma Setiawan.
Kesepakatan bersama yang ditandatangani memuat poin penting, antara lain larangan penggunaan alat tangkap ilegal, kewajiban melengkapi dokumen usaha perikanan, pengaturan wilayah tangkap, larangan pemberian rekomendasi BBM bersubsidi untuk nelayan tak berizin, serta komitmen menjaga kondusifitas dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Pertemuan berjalan lancar dengan suasana kekeluargaan. Semua pihak menyatakan siap menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan usaha perikanan di wilayah Kota Agung.
Kabiro: Roni

