Harga Sembako di Pasar Kota Agung, Telur-Ayam Naik Imbas MBG

0

 

 

 

TANGGAMUS – Efek Program makan bergizi gratis (MBG) oleh Pemerintah menyebabkan beberapa harga bahan pokok di Pasar Kota Agung merangkak naik, sebab ketika permintaan melonjak sementara pasokan tetap atau tidak dapat mengimbangi, harga cenderung naik sesuai prinsip dasar ekonomi. Kamis, 23/10/2025.

Salah satu pedagang Pasar Kota Agung Tato (37). Akibat permintaan cukup tinggi dari program makan bergizi gratis (MBG), komoditas seperti telur ayam, beras premium, gula pasir mengalami kenaikan namun tak signifikan, beberapa barang masih dijual dengan harga normal, tapi modal dari agen barang sudah naik, tentunya sangat tipis sekali untung yang di dapatkan.

” Telur Ayam Ras 30 ribu per-kilo sebelumnya harganya dikisaran 26 per-kilo, beras Premium merk WP saat ini 155 ribu per10 kilo, gula pasir dijual 17 ribu per-kilo, harga saat ini stabil namun modal gula pasir telah naik per-50 kilo 800 ribu rupiah sebelumnya hanya 765 ribu, sedangkan minyak Goreng kemasan (Minyakita) per-1 liter Rp. 17.500, kemungkinan akan mengalami kenaikan sebab harga dari agen juga telah mengalami kenaikan,” Ucapnya.

Sementara itu, Suratmi (55) pedagang pasar kota agung lainnya, turut menyampaikan komoditas seperti bawang putih, bawang merah, cabai besar dan kecil turut mengalami kenaikan, akibat banyaknya permintaan bahan pokok oleh dapur MBG. Beberapa komoditas seperti bawang putih dan bawang merah relatif stabil, namun cabai besar merah mengalami kenaikan cukup tinggi.

” Bawang Putih per-kilo Rp. 35.000, bawang Merah besar per-kilo Rp. 40.000, bawang Merah Kecil perkilo Rp. 38.000, cabai Kecil perkilo Rp. 35.000, cabai besar merah perkilo Rp. 55.000 sebelumnya 40 ribu rupiah,”ujarnya.

Hal senada dikatakan Apri (39) pedagang ayam potong, dimana sejak masuknya tahun ajaran baru dan dimulainya program MBG pemerintah, harga ayam potong di pasar kota agung mengalami kenaikan Rp. 5.000 perkilogramnya, akibat permintaan lebih tinggi dari pada pasokan barang terbatas. Hal ini tentunya membuat para pedagang rumah makan, kantin, pecel lele mengeluh akibat naiknya harga komoditas khususnya ayam potong.

” Harga ayam dengan bobot 1,3-1,5 kilogramnya dihargai Rp. 38.000 rupiah saya jual kepada konsumen, mau gimana lagi bang, kami ambil untung pun tak banyak, yang kasian sebenarnya para pedagang pecel lele, kantin, rumah makan dan lainnya,”tandasnya. (Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini