Provinsi Lampung akan segera memiliki sekolah menengah atas berstandar nasional yang digadang-gadang menjadi simbol kemajuan pendidikan daerah. Sekolah tersebut bernama SMA Unggul Garuda, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memastikan bahwa seluruh pendanaan pembangunan dan operasional awal sekolah ini ditanggung oleh APBN, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Menurut Thomas, kehadiran SMA Unggul Garuda menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan unggul di Lampung. Sekolah ini dirancang untuk menampung peserta didik berprestasi dari berbagai kabupaten dan kota, dengan fokus pada pembelajaran berbasis riset, teknologi, dan karakter kebangsaan.
“Pemerintah pusat memberikan perhatian besar kepada Lampung. SMA Unggul Garuda akan menjadi simbol kemajuan pendidikan di provinsi ini, dan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi pusat dan daerah bisa melahirkan lembaga pendidikan yang unggul,” ujar Thomas.
Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bahwa pembangunan fisik sekolah akan dimulai pada tahun 2025, bersamaan dengan tahap rekrutmen tenaga pendidik dan penyusunan kurikulum terpadu. Sekolah ini nantinya akan mengadopsi sistem pembelajaran kolaboratif dan digital, yang menekankan kreativitas, inovasi, serta nilai-nilai integritas dan kebangsaan.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Lampung mendapatkan akses ke pendidikan terbaik tanpa harus keluar daerah. SMA Unggul Garuda akan menjadi rumah bagi generasi masa depan yang siap bersaing di tingkat nasional dan global,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target.
Dengan berdirinya SMA Unggul Garuda, Lampung diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan sumber daya manusia unggul di Sumatera, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pemerataan mutu pendidikan nasional.

